Tak Patuhi Prokes, Warga Kota Jayapura Didenda atau Ditahan di Lapas

Metro Merauke – Kapolres Kota Jayapura, Papua, Kombes Pol Gustav Urbinas menegaskan, warga yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes), saat Satgas Covid-19 melakukan operasi yustisi diwajibkan membayar denda senilai Rp 200 ribu.

Apabila pelanggar tak mampu membayar denda, ia akan dibawa ke Lapas Abepura untuk ditahan selama satu malam. 

Katanya, ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Jayapura Nomor 3 Tahun 2020 tentang adaptasi tatanan kehidupan normal baru.

“Bagi pelanggar tidak menggunakan dan membawa masker, disidang di tempat dan membayar denda Rp 200 ribu. Kalau tidak mampu membayar denda, setelah selesai operasi pelanggar akan dibawah ke Lapas Abepura untuk menjalani kurungan selama semalam,” kata Gustav Urbinas, Kamis (29/07/2021).

Menurutnya, dalam pelaksanaan operasi yustisi, warga tidak taat prokes langsung dirapid antigen. Apabila hasilnya positif langsung di bawah ke tempat karantina untuk dilakukan penanganan dan test PCR.

Satgas Covid-19 Kota Jayapura juga akan melakukan penutupan beberapa wilayah tertentu. Karantina wilayah padat perekonomian dan jasa, apabila tidak menaati pembatasan jam aktivitas.

“Karena imbauan dan patroli dialogis, sudah terus disampaikan selama Juli 2021, untuk mengingatkan warga dan pelaku usaha,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jayapura, telah memberlakukan jam aktivitas warga di ibu kota Provinsi Papua, mulai jam 06.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT.

Berbagai kebijakan itu diambil Pemkot Jayapura, sebab kasus Covid-19 di sana terus meningkat.

“Kalau masih tidak mengindahkan himbauan tersebut, kita akan tutup beberapa wilayah pada pukul 20.00 WIT. Itu kita akan laksanakan dalam waktu satu atau dua hari ke depan ini,” ucapnya.

Kata Kapolres Kota Jayapura, pihaknya akan melakukan pengecekan rutin. Jika masih ada jalan atau area-area yang warganya tidak mengindahkan imbauan pemerintah. (Arjuna)