Subda PON XX Merauke Bertanggungjawab Ganti Kerugian Kontingen NTB

Metro Merauke – Subda PON XX klaster Merauke akhirnya bertanggungjawab dengan mengganti berbagai kerugian atas hilangnya sejumlah barang-barang berharga milik anggota kontingen PON asal Nusa Tenggara Barat yang hilang digasak pencuri, di penginapan tempat meraka tinggal, Rabu (13/10).

Ketua Harian Subda PON Merauke, Eleanor Dumatubun mengatakan, peristiwa yang dialami oleh kontingen NTB ketika berada di Merauke, merupakan musibah yang tak pernah diduga bakal terjadi. “Ini namanya musibah, semua di luar dari rencana,” ucapnya

Atas kejadian tersebut, sebagai tuan rumah dalam gelaran PON XX Papua, dihadapan A.N Fatanah, kontingen NTB yang merupakan korban pencurian, Ketua Harian Subda PON Merauke menyampaikan permohonan maaf.

Selanjutnya, sebagai bentuk persaudaraan dan sesuai arahan Ketua Umum Subda PON Merauke, Romanus Mbaraka, bertanggungjawab dengan mengganti seluruh kerugian materil yang dialami korban.

Dimana, sesuai BAP yang dibuat korban di kepolisian, total kerugian mencapai Rp10 juta.

“Kita terus berusaha untuk menjadi tuan rumah PON yang baik. Tapi kejadian yang menimpa kontingen NTB telah terjadi di luar kendali. Ketua umum Subda PON klaster Meruake menyampaikan permohonan maaf dan berharap permasalahan seperti ini tidak kembali terjadi,” tuturnya.

A.N Fatanah mengapresiasi langkah cepat pemerintah, selaku tuan rumah pelaksanaan PON XX dalam merespon permasalahan yang dialami kontingen peserta PON.

“Kami berterima kasih karena Pemkab peduli. Kami tidak terlalu menuntut, hanya untuk pulang ke daerah dalam keadaan tangan kosong, sehingga kita lakukan koordinasi dengan KONI dan panitia, langsung direspon baik,” katanya kepada wartawan, Kamis (14/10).

Menurut Fatanah, semenjak awal menginjakan kaki di Merauke untuk mengingikuti event nasional, kontingen NTB merasa nyaman dan optimis dengan janji tuan rumah dalam menjamin keamanan.

“Sehingga kita tidak ragu masuk di Kabupaten Merauke. Tapi ini semua adalah musibah yang tidak diduga bisa terjadi,” terangnya.

Diketahui, pada Rabu (13/10), jam O3.00 WIT, terjadi pencurian di penginapan Anggrek, Jalan Nowari yang dihuni kontingen NTB. Pelaku berhasil masuk melalui jendela dan mengambil barang-barang penting korban.

Semisal 2 buah Hp, dombet dengan uang tunai di dalamnya serta tas ransel yang berisikan surat-surat penting lainnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *