Puluhan Nakes Tinggalkan Puskesmas Ilwayap, Ini Alasannya

Metro Merauke — Sebanyak 20 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Ilwayap, Distrik Ilwayap, Kabupaten Merauke, Papua dikabarkan serempak meninggalkan tempat tugas mereka.

Informasi yang dihimpun media ini, seluruh tenaga kesehatan dari puskesmas itu pergi meninggalkan Ilwayap ke Kota Merauke pada 25 September lalu.

Mereka hengkang dari Puskesmas Ilwayap karena merasa terancam dengan ulah orang mabuk minuman beralkohol yang disinyalir menyerang serta merusak fasilitas yang ada di puskesmas tersebut.

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka yang dikonfirmasi pada Kamis (7/10/2021), mengaku telah menerima laporan terkait peristiwa itu dari Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr. Nevile Muskita.

“Ini perlakuan dari orang mabuk, bukan dari masyarakat. Perlakuan dari orang mabuk yang tidak wajar, sehingga nakes menghindar ke Merauke untuk menenangkan diri,” katanya.

Romanus mengatakan, pihaknya akan segera menangani persoalan itu bersama-sama dengan unsur TNI-Polri, aparatur pemerintah di tingkat distrik dan kampung serta tokoh masyarakat Ilwayap.

“Saya akan menyelesaikan persoalan ini sesuai aturan, dan juga dengan bijak. Kita tidak bisa generalisir bahwa rakyat tidak suka, tapi kita akan lebih obyektif menyelesaikannya,” ujar dia.

Menyoal para nakes membutuhkan jaminan keamanan? Bupati Romanus dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah (negara) tentunya memberikan jaminan kepada paramedis dalam melaksanakan tugas mereka.

“Ini urusannya pemerintah, negara harus mengatur rakyatnya. Tapi seperti yang saya bilang, kita harus mendetail melihat persoalan, sehingga penyelesaiannya benar-benar obyektif,” kata dia.

Orang nomor satu di Merauke itu memastikan bahwa puluhan tenaga kesehatan Puskesmas Ilwayap akan kembali ke tempat tugas mereka dalam waktu dekat ini.

“Sebelum Desember masalah ini pasti selesai, mungkin sesudah PON XX mereka sudah bisa kembali,” imbuhnya. (Eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *