Ketua Poksus DPR Papua Desak Pendirian Balai Pengobatan Tradisional di Papua

Metro Merauke – Ketua Kelompok Khusus atau Poksus DPR Papua, John NR Gobai mendesak semua pihak, terutama pemerintah daerah mendirikan balai pengobatan trasidisional di Papua.

Ia mengatakan, desakan itu disampaikan pihaknya menyikapi semakin hilangnya kearifan lokal di Papua. 

Kearifan lokal yang selama ini digunakan untuk pengobatan apabila ada yang sakit. Tanaman obat perlu dibudidayakan dan praktik penyembuhan perlu diatur secara pasti. 

“Saya menyerukan agar semua pihak, khususnya pemerintahan Otsus,  melakukan langkah-langkah terkait kearifan lokal. Khususnya sektor budidaya obat tradisional dan praktik pengobatan, serta membangun klinik pengobatan tradisional di Papua,” kata John Gobai, Jumat (08/10/2021).

Sekretaris II Dewan Adat Papua itu menegaskan, Papua memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup. Hanya saja, tanaman yang mengandung obat belum dibudidayakan.

Padahal menurutnya, apabila tanaman itu dimanfaatkan ketika ada pusat pengobatan tradisional, masyarakat dapat menjual tanaman yang telah teridentifikasi sebagai tanaman obat. 

“Kelak ada tempat pengobatan tradisional di Papua. Maka itu perlu didirikan balai pengobatan tradisional di Papua,” ucapnya.

John Gobai yang bertahun tahun menelisik budaya dan tradisi orang Papua yakin, jika budidaya tanaman obat dilakukan akan berdampak nilai ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Sebab selama ini, apabila ada orang sakit, masyarakat telah memiliki pengetahuan untuk pengobatan secara tradisional. Ini sudah menjadi bagian dari budaya yang dilakukan turun temurun. 

“Kini bahan herbal juga merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat, jika bisa mengumpulkan atau menanam untuk diolah menjadi herbal pengobatan tradisional,” ujarnya.

Ia menjelaskan dasar hukum kebijakan pengobatan tradisional melalui pendirian balai pengobatan tradisional, adalah Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Di dalam undang-undang itu ada pasal mengatur mengenai pelayanan kesehatan tradisional. 

Pengobatan tradisional termasuk salah satu dari 17 upaya kesehatan yang harus terselenggara terpadu.

Katanya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan nasional, juga diatur pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer dilaksanakan secara sinergi dan integrasi dengan pelayanan kesehatan.

“Pengobatan kesehatan tradisional adalah, akupunktur, akupresur, herbal, spa, dan doa,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *