Pemerintah Perlu Mengubah Cara Penanganan Masalah Papua

Metro Merauke – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua, Laurenzus Kadepa berpendapat, pemerintah perlu mengubah cara penanganan masalah di Papua.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah menggunakan pendekatan keamanan di provinsi tertimur Indonesia itu. Akan tetapi, cara itu dinilai kini tak lagi efektif. 

Kekerasan masih terus terjadi di Papua. Konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di sana, menyebabkan banyak warga sipil yang korban.

“Kalau bicara krisis kemanusiaan di Papua, korban tak hanya orang asli Papua, orang non-Papua juga korban. Korban sudah cukup banyak. Pemerintah mesti segera memikirkan cara lain menangani masalah di Papua,” kata Laurenzus Kadepa, Kamis (07/10/2021).

Menurutnya, sejak lama berbagai pihak telah mengingatkan pemerintah, perlunya strategi baru menyelesaikan masalah di Papua. Kini semua kembali kepada kebijakan presiden, sebagai kepala negara.

Ia menilai, cara penanganan masalah di Papua selama ini perlu dievaluasi secara menyeluruh. 

Kini saatnya pemerintah mesti berani mengambil kebijakan baru, untuk menciptakan perdamaian di Bumi Cenderawasih.

“Korban sudah cukup banyak. Mesti menunggu berapa banyak lagi? Perlu cara baru menangani Papua,” ujarnya.

Politikus Partai Nasional Demokrat atau NasDem itu juga meminta para pihak tidak terus saling menyalahkan. Sebab, sikap tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. 

Katanya, pemerintah daerah jangan menyalahkan pemerintah pusat, begitupun sebaliknya. Institusi dan lembaga negara, juga jangan saling menyalahkan. 

Akan tetapi para pengambil kebijakan di pusat dan daerah, mesti menyatukan persepsi melihat setiap masalah di Papua.

“Semua stake holder mesti samakan persepsi mulai dari pusat dan daerah mendorong perdamaian di Papua, dengan menjunjung tinggi HAM. Ini juga akan membantu pemerintah dari kemungkinan adanya intervensi dunia internasional terhadap masalah Papua,” ucapnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *