Cegah Tawuran Susulan, 2 Sekolah di Merauke Diliburkan

Metro Merauke – Dua sekolah di Merauke, Papua, SMA Negeri I dan SMK Santo Antonius Merauke terpaksa diliburkan setelah terjadi tawuran antar siswa, Rabu (22/9/2021).

Kepala SMA Negeri I Merauke, Sergius Womsiwor menjelaskan, imbas pasca insiden tersebut, berdampak kegiatan belajar-mengajar ditutup dua hari, Kamis dan Jumat untuk mencegah adanya bentrok susulan.

Dikatakan Womsiwor, atas insiden Rabu pagi, ke dua sekolah telah mengambil langkah-langkah penanganan yang dibantu aparat kepolisian. Termasuk melakukan pencegahan dengan pola pendekatan.

Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak hingga orang tua siswa adanya kegaduhan yang telah ditimbulkan.

“Dengan insiden ini, sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu melihat dengan jernih permasalahan ini. Sebaliknya, kita berharap masyarakat tidak bisa menilai secara subjektif,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Sergius Womsiwor menilai, permasalahan yang melibatkan pelajar, menjadi refleksi bagi SMA Negeri I Merauke untuk ke depannya lebih memproteksi anak didiknya. Baik secara individu dan klasikal saat anak di ruang belajar, maupun dalam satu komunitas lembaga pendidikan dan lingkungan sekolah.

Kepala SMK Santo Antonus Merauke, Hoppy Istiawan

Dengan begitu, lanjutnya, bukan saja mendidik sumber daya manusia yang cerdas intelektual melainkan juga memiliki kepribadiaan yang baik.

Langkah penanganan juga ditempuh SMK Santo Antonius Merauke pasca tawuran. Pihaknya bersegera melakukan pertemuan dengan guru dan siswa dua sekolah. Dengan begitu, diharapkan permasalahan dapat diselesaikan dengan damai dan terjalin kekeluargaan.

“Benar, sekolah sementara diliburkan. Nanti 2 pihak mau saling bertemu dan selesaikan permasalahan secara kekeluargaan agar masalah selesai. Kita maunya semua aman dan damai, semua keluarga SMA-SMK di Merauke,” tutur Kepsek SMK Santo Antonius Merauke, Hoppy Istiawan kepada Metro Merauke.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar peristiwa serupa tak kembali terjadi, dinilai perlu melakukan silaturahmi antar sekolah SMA dan SMK di Merauke. Tak hanya itu, kegiatan antar sekolah pun dirasa perlu.

“Sehingga bisa saling berbaur bersama-sama dan menjadikan pelajar di Merauke yang tauladan dan berkarakter baik,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *