Poksus DPR Papua: Perlu Tim Independen Investigasi Kejadian Kiwirok

Metro Meruke – Kelompok Khusus atau Poksus DPR Papua, ingin ada tim independen yang menginvestigasi kejadian di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang menyebabkan seorang tenaga kesehatan (nakes) wafat.

Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John NR Gobai mengatakan, mesti ada pihak atau tim independen yang menginvestigasi peristiwa, 13 September 2021 itu.

“Kami minta lembaga atau pihak independen dapat menginvestigasi. Mesti ada tim pencari fakta yang ke sana untuk mencari fakta apa sesungguhnya motif peristiwa itu,” kata John Gobai melalui panggilan teleponnya, Rabu petang (22/09/2021).

Ia berpendapat, tidak bisa berasumsi dan hanya mendengar pernyataan satu pihak, kemudian menyatakan pihak yang lain salah. 

Akan tetapi, harus dilakukan pencarian fakta sesungguhnya. Seperti apa kejadian itu, karena telah mengorbankan orang tak bersalah, yakni nakes.

“Dalam hukum internasional, nakes tidak boleh disentuh baik oleh kombatan maupun aparat. Menurut satu versi dilakukan oleh pihak ini, dan versi lain menyatakan dilakukan oleh pihak lain. Ini dua kronologis berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, akan lebih baik kalau Pemprov Papua memfasilitasi Komnas HAM dan pihak gereja melakukan pencarian fakta untuk mengungkap akar masalah di Kiwirok.

“Ini terkait pihak siapa? Kita kan bisa melihat apa yang terjadi belakang ini di Pegunungan Bintang. Ada rencana rencana pembangunan yang sedang didorong oleh Pemkab di wilayah wilayah dekat Kiwirok dan Batom,” ucapnya.

Katanya, dengan begitu dapat dilihat apa keterkaitan dalam peristiwa itu. Apakah kaitannya dengan politik Papua merdeka atau masalah lain, agar jangan ada korban dari pihak yang tak bersalah. Terutama warga sipil, nakes atau guru.

Ia mengatakan, mesti dipastikan siapa sesungguhnya pelaku utama, dan pihak mana saja yang terlibat dalam kasus ini. 

“Kan data sekunder lewat video pernyataan sudah ada. Ini yang harus divalidasi. Cara validasi dan klarifikasi harus turun lapangan. Karenanya kami Poksus DPR Papua, berharap segera dilakukan pencarian fakta secara objektif oleh tim independen,” katanya.

Ia menambahkan, semua informasi selama ini merupakan data sekunder untuk mengungkap fakta sesungguhnya yang terjadi di Kiwirok. 

“Apakah berkaitan dengan pengamanan perbatasan, politik Papua merdeka ataukah ada pihak yang menunggangi, karena terkait konflik lain. Itu harus dipastikan dan diungkapkan. Jika ada aktor intelektualnya, aparat harus memprosesnya,” ujar John Gobai. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *