Penutupan Penjual Minol Jelang PON Papua Jangan Hanya Wacana

Metro Merauke – Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, keamanan, hukum dan HAM, Emus Gwijangge berharap, rencana penutupan outlet penjual minuman beralkoho (minol) selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, tidak sekadar wacana.

Ia mengatakan, para kepala daerah di empat klaster pertandingan PON, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Mimika menyatakan akan menutup semua outlet minol menjelang pelaksanaan hingga berakhirnya PON.

“Saya harap komitmen ini benar benar dilaksanakan para kepala daerah di empat klaster. Jangan hanya sekadar wacana,” kata Emus Gwijangge, Kamis (16/09/2021).

Emus menyatakan, mendukung kebijakan itu apabila benar benar direalisasikan oleh para kepala daerah di empat klaster. Sebab, peksanaan event olahraga nasional empat tahunan di Papua itu, mesti dijamin keamanannya. 

Para kontingen PON dari 34 provinsi dan pengunjung yang datang ke Papua, mesti merasa nyaman. Untuk itulah, penutupan sementara outlet penjualan minol dinilai langkah tepat, agar tidak memperngaruhi pelaksanaan PON.

“Pelaksanaan PON ini adalah harga diri orang Papua. Saya menukung pernyataan pernyataan kepala daerah klaster PON yang akan menutup sementara penjualan minol, selama tidak hanya sekadar wacana,” ujarnya.

Katanya para kontingen PON dan pengunjung yang datang ke Papua, tidak hanya sekadar bertanding dan menyaksikan pertandingan.

Akan tetapi, yang diharapkan selama berada di provinsi tertimur Indonesia itu, kontingen dan pengunjung dapat berwisata, menyaksikan keindahan alam dan menikmati berbagai kuliner khas Papua.

Katanya, PON tidak hanya sekadar menggelar pertandingan. Akan tetapi sebagai ajang promosi wisata dan kuliner khas Papua. 

“Saran saya kepada para pengambil kebijakan, segera tertibkan minol dan arus lalu lintas di setiap klaster. Terutama di Kota Jayapura sebagai ibu kota provinsi,” ucapnya.

Ia menambahkan, atlet juga harus dikawal dan diawasi baik, demi keamanannya. Jangan sampai kecolongan. Keamanan atlet dan pengunjung mesti dipastikan, agar yang mereka tidak khawatir. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *