Bupati Romanus Harapkan Mentan Fokus Tangani Pertanian di Merauke

Metro Merauke — Bupati Merauke, Romanus Mbaraka mengharapkan agar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo fokus dalam menangani pembangunan pertanian di Kabupaten Merauke, Papua.

Hal tersebut disampaikan Bupati Romanus Mbaraka kepada Metro Merauke, Kamis (16/9/2021).

“Kita di Merauke sudah ada peta wilayah komoditas sesuai dengan klaster sentra pangan produksi (KSP).
Jadi kita siap, tinggal Pak Mentan dan departemen memaksimalkan program di sini,” ujar Bupati Romanus.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Merauke sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah pertanian, diantaranya klaster sentra pangan satu, klaster sentra pangan dua dan klaster sentra pangan tiga.

“Misalnya di KSP 2, wilayah Tanah Miring, secara riil potret sawah, desain potret sawah dan sistem tumpang sarinya sudah ada. Pak Mentan maunya integrasi, ada padi, pisang, ternak dan palawija. Sekarang tinggal kementerian fokus di klaster-klaster itu,” kata Romanus.

Selain itu, katanya, infrastruktur dan sarana penunjang pertanian seperti irigasi dengan sistem longstorage (lambung air), drainase dan pintu pengendali air, jalan usaha tani dan jembatan usaha tani di sejumlah kawasan sudah terpenuhi.

“Dan rata-rata di daerah kawasan pertanian itu lahan potensialnya di atas 1.000 hektar, bahkan ada yang 3.000 hektar. Untuk itu kita mengharapkan Pak Mentan lebih fokus melaksanakan programnya di Merauke,” ujarnya.

Menurut bupati, salah satu kendala pertanian yang dialami petani Merauke ialah terkait kualitas beras belum memenuhi syarat pasar. Sehingga diharapkan Kementerian Pertanian meningkatkan kualitas produksi beras Merauke.

“Kita harapkan satu kendala ini ditangani dulu, mulai dari varietas padi yang bagus, bagaimana proses produksi hingga pemasarannya. Kemarin setelah komunikasi, mereka akan tindaklanjuti sejumlah persoalan itu,” kata Romanus.

Orang nomor satu di Merauke ini menambahkan, bahwa selain soal kualitas beras, pihaknya juga membicarakan permasalahan kurangnya kuota pupuk, dan diharapkan menjadi perhatian khusus dari Kementerian Pertanian.

“Luas lahan eksisting khususnya tanaman padi itu 63.000 hektar, otomatis kita membutuhkan pupuk yang cukup, itu di luar perkebunan ya. Sehingga persoalan pupuk juga kita bicarakan,” tandasnya. (Eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *