Sukseskan PON XX, Yunus Wonda: Penjualan Miras Ditutup

Metro Merauke – Berbagai persiapan terus dimatangkan jelang pelaksanaan gelaran pesta olahraga PON ke-XX di Papua.

Tidak kalah penting, demi suksesnya ivent nasional empat tahunan tersebut, faktor keamanan menjadi hal utama diperhatikan. Terlebih, untuk memberikan kenyamanan bagi kontingen PON dari berbagai daerah yang datang ke Merauke.

Untuk itu, Ketua Harian PB PON XX Papua, Yunus Wonda, meminta pihak keamanan di Merauke dapat menindak tegas terhadap warga yang mengkonsumsi muniman beralkohol.

Tak sampai disitu, Yunus Wonda juga meminta Pemkab setempat untuk menutup semua tempat penjualan minuman keras sampai PON XX di Papua rampung dilaksanakan.

“Karena miras memicu persoalan baru. Kita minta toko atau kios dan tempat-tempat jual miras harus ditutup sampai PON selesai,” ucap Yunus Wonda saat melakukan tinjauan lapangan di Merauke, Selasa (14/9/2021).

Ketua Harian PB PON XX Papua, Yunus Wonda saat diwawancarai wartawan di Merauke

Yunus Wonda menilai, Pemerintah di Merauke telah bekerja maksimal untuk suksesnya pelaksanaan PON tahun 2O21. Sehingga, lanjutnya, seluruh komponen masyarakat, termasuk kabupaten penyangga, seperti Mappi, Asmat dan Boven Digoel, harus bersatu ikut mendukung PON dengan menjadi tuan rumah yang baik.

“Di empat cluster PON tidak ada orang jual dan minum minuman beralkohol. Kita harus jadi contoh yang baik untuk kontingan dari daerah lain,” pintanya.

Ditambahkan, terkait larangan penjualan miras baik lokal maupun pabrikan, dalam waktu dekat surat resminya dikeluarkan untuk 4 cluster PON di Papua.

Diketahui, Ketua Harian PB PON XX Papua, Yunus Wonda, secara langsung melakukan tinjauan kesiapan Kabupaten Merauke sebelum PON dilaksanakan.

“Saya dapat pastikan Merauke sudah siap. Sebelum tamu dan atlet PON tiba, saya hadir di Merauke untuk pastikan sendiri dan bertemu Ketua Umum Subda PON Merauke. Generasi Papua di Merauke harus jadi contoh dan tuan rumah yang baik. Ini bukan soal menang kalah, tapi lebih silaturahmi sebagai anak bangsa yang dimulai dari ufuk timur,” tuturnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *