PN Merauke Catat Kasus Perlindungan Anak Tempati Posisi Teratas

Metro Merauke – Masih marak terjadinya kasus kekerasan terhadap anak di Merauke disayangkan berbagai pihak.

Terakhir, dua bocah di Merauke menjadi korban kekerasan seksual. Masing-masing anak berusia 12 tahun yang digagahi ayah tirinya hingga hamil 4 bulan. Kemudian bocah 8 tahun pun mengalami peristiwa yang tak jauh berbeda, menjadi korban kekerasan seksual berkali-kali dari pria yang diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan ayahnya.

Dari catatan di Pengadilan Negeri Merauke, sederet berbagai kasus yang disidangkan, diketahui kasus kekerasan terhadap anak paling mendominasi dan menjadi urutan teratas.

Humas Pengadilan Negeri Merauke, Rizki Yanuar menjelaskan, permasalahan perlindungan anak diantaranya kekerasan terhadap anak, persetubuhan terhadap anak maupun pencabulan, dari tahun ke tahun jumlahnya cukup tinggi.

Kondisi ini, kata Rizky, dirasakan sangat mengkhawatirkan. Dirinya mengaku prihatin dan sangat menyayangkan dengan banyaknya permasalahan dimana anak sebagai korbannya.

“Dari tahun ke tahun secara umum kasus perlindungan anak di PN Merauke kategorinya tingkat atas dan cukup menghawatirkan,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, kasus perlindungan anak dapat terjadi akibat berbagai faktor. Semisal, karena kurangnya perhatian keluarga dan orang tua hingga masalah kemajuan tehnologi pun ditenggarai dapat menjadi pemicunya.
Atau justru, lanjutnya, kejahatan tersebut dilakukan oleh orang terdekat dalam keluarga dan lingkungan yang ada.

“Anak dibiarkan bebas bergaul, apalagi di tengah kemajuan teknologi kurang pengawasan dari penggunaan gejed, atau justru orang terdekat sendiri ternyata malah yang berbuat seperti itu karena diiming-imingi sesuatu.”

Dijelaskannya, terhadap kasus perlindungan anak, pemerintah memberikan perhatian serius sebagai upaya melindungi anak-anak. Dimana untuk kasus tersebut, kategori ancaman yang diberikan diketahui juga berat, ada kategori minimal.

“Tentunya maksud dari penegakan hukum tidak hanya membuat efek jera, tapi juga sebagai edukasi terhadap masyarakat agar tidak sampai terjadi kembali,” katanya.

Untuk menekan terjadinya tindak kekerasan terhadap anak, menurut Rizky, hal utama yang perlu dilakukan para orang tua dengan menanamkan kepada anak mengenai nilai-nilai agama.

“Ini bisa menjadi filter, anak bisa menjaga diri di manapun berada. Juga orang tua tetap mengkontrol dan memberikan perhatian kepada anak, hal-hal ini sangat penting,”tuturnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *