Dialog dengan Masyarakat, Poksus DPR Papua Ajak Tanam Pohon

Metro Merauke – Kelompok Khusus atau Poksus DPR Papua, mengajak warga menanam pohon, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Ajakan itu disampaikan Poksus DPR Papua saat berdialog dengan warga Jalan Sosial, yang ada di bawah kaki Gunung Cycloop, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Sabtu sore (11/08/2021).

Dalam kesempatan itu, selain memberikan bantuan 150 sak semen untuk perbaikan sejumlah kerusakan Gereja GIDI Jemaat Bukit Zaitun Cycloop, Poksus DPR Papua juga menyerahkan 50 bibit pohon rambutan dan matoa.

Beberapa pohon ditanam langsung di depan gereja, oleh Ketua Kelompok Khusus DPR Papua, John NR Gobai, Juru Bicara Poksus, Yonas Alfon Nusi, bersama anggota Poksus yang hadir dalam dialog dengan warga, yaitu Kope Wenda, Arnold Walilo dan Piter Kwano.

“Kami membawa 50 bibit rambutan dan matoa. Beberapa pohon di tanam di sekitar gereja, dan lainnya nanti jemaat yang atur akan ditanam di mana,” kata John Gobai.

Pihaknya berharap, dengan penanaman pohon ini warga secara bersama kembali bersama menjaga kondisi alam di sekitar Gunung Cycloop, agar wilayah itu kembali hijau.

“Menjaga alam ini adalah tanggung jawab kita juga karena kita ada di sini. Kalau pohon matoa dan rambutan ini  nantinya berbuah bisa jadi sumber pendapat bagi gereja. Buahnya bisa dijual,” ujarnya.

Menurutnya, menggalakkan menanam pohon akan diusulankan pihaknya kepada lembaga dewan. Ini bagian dar8 bagaimana DPR Papua terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. 

“Kita akan usulkan di lembaga dewan untuk menggalakkan tanam pohon. Kalau tidak disetujui, itu akan menjadi agenda kami di internal kelompok khusus.”

Foto Bersama Kelompok Khusus DPR Papua dengan warga Gereja GIDI Jemaat Bukit Zaitun Cycloop – Arjuna

“Kita tanam pohon hari ini, untuk menikmati masa depan. Apalagi kalau pohon yang bisa menjadi sumber pendapatan. Misalnya rambutan, matoa, pinang dan lainnya,” ucapnya.

Juru Bicara Kelompok Khusus DPR Papua, Yonas Nusi mengatakan hal yang sama.

“Makanya, itu yang sekarang kita galakkan. Bagaimana menanam pohon. Kita juga mau galakkan menanam sagu,” kata Nusi. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *