Diduga Otaki Pembakaran, Oknum Kepala Suku di Jayapura Ditangkap

Metro Merauke – Seorang Ondoafi atau Kepala Suku di Sentani, Kabupaten Jayapura ditangkap Polres Jayapura, Selasa (07/09/2021).

Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri mengatakan kepala suku berinisial YE (49 tahun) itu ditangkap dan dijadikan tersangka, lantaran diduga mengotaki pembakaran di sekitar Bandara Sentani, Senin malam (06/08/2021).

Menurutnya, pembakaran tersebut menyebabkan terbakarnya sembilan ruko, satu rumah berlantai dua, dan Kantor Polsek Bandara Sentani.

Katanya, YE diduga memimpin sekelompok orang membakar rumah warga di sana, berinisial IO. 

Akan tetapi, api merembet ke bangunan sekitar, termasuk Kantor Polsek Bandar Udara Sentani.

“YE, ini diamankan oleh Mapolres. [Dia] pelaku utama maupun otak ya. Kurang lebih 40 orang akan dicari dan ditahan semuanya, sesuai dengan peran masing masing. Nanti ini akan didalami oleh Polres, semua nanti akan dilihat perannya,” kata Mathius D Fakhiri, Selasa (07/09/2021).

Aksi pembakaran itu diduga dipicu perebutan lahan ulayat atau tanah adat antara pelaku dan korban. 

Sebelum kejadian, korban IO menegur pekerja yang mempersiapkan panggung Gebyar PON XX di salah satu lahan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura.

IO kemudian menegur pekerja, sebab tidak ada pemberitahuan kepada pihaknya kalau lahan yang diklaim milik korban itu akan digunakan mendirikan panggung Gebyar PON XX, oleh Panitia PON Kabupaten Jayapura.

Mendengar itu YE tidak terima. Ia kemudian mengumpulkan massa dan mendatangi rumah korban kemudian langsung membakarnya. 

Akan tetapi, api merembet dan ikut menghanguskan bangunan di sekitar rumah korban. 

“Polisi tidak akan mencampuri urusan adat antara pelaku dan korban. Kami tidak masuk pada masalah adatnya, kami hanya memproses hukum,” ucapnya.

YE yang kini ditahan di Polres Jayapura telah ditetapkan sebagai tersangka. Iapun telah mengakui memimpin sekelompok orang melakukan pembakaran. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *