Bertahan Hidup di Laut Berjam-jam Berkat Tiang Lampu Suar

Metro Merauke – Kisah mengharukan dialami seorang pelaut yang jatuh dari kapal dan berhasil bertahan hidup, setelah terombang-ambing di laut berkat bantuan tiang lampu suar.

Nuskin, pria 40 tahun ini diketahui mengalami kecelakaan, terjatuh di laut dari kapal yang dinahkodainya, KM Nur Amanah, Selasa (7/9/2021) pada dini hari.

Kepada personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, pria paruh baya itu kembali mencerikan peristiwa yang baru dialami hingga hampir merenggut nyawanya.

“Waktu saya jatuh dari kapal semalam, susah untuk berenang karena arus sangat kencang. Jadi saya ikut saja arus membawa sambil terapung-apung sampai ke luar dari muara. Beruntung saya bisa meraih tiang lampu suar di luar muara,” ujarnya.

Nuskin mengaku, dengan berpedang pada tiang lampu suar tersebut, ia dapat bertahan berjam-jam hingga air pasang menjelang siang hari. Kemudian ia kembali membiarkan dirinya hanyut megikuti air pasang sampai terdampar di Pantai Lampu Satu Merauke.

Dengan tenaga yang tersisa, Nuskin berusaha merangkak di lumpur menuju daratan di Pantai Lampu Satu. Meski dengan susah payah, akhirnya sang nahkoda berhasil selamat dan kembali ke rumahnya sekira jam 13.00 WIT.

Sebelumnya Nuskin, Nahkoda KM Nur Amanah dilaporkan terjatuh dari atas kapal yang sedang berlabuh di muara Sungai Maro. Diketahui kapal tersebut berlayar dengan tujuan Distrik Waan. Namun, karena cuaca buruk, kapal kembali berlabuh di sekitar Pal Putih dan akan melanjutkan pelayaran setelah cuaca membaik.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Supriyanto Ridwan, mengingatkan akan pentingnya keselamatan saat melakukan beraktivitas di atas kapal. Salah satunya, perlu mempergunakan alat keselamatan berupa pelampung atau alat apung lainnya.(Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *