Kekosongan Jabatan Wagub Mempengaruhi Kinerja Pemprov Papua

Metro Merauke – Wakil Ketua II DPR Papua, Edoardus Kaize berpendapat kekosongan jabatan Wakil Gubernur atau Wagub Papua, mempengaruhi kinerja pemerintah provinsi tertimur Indonesia itu.

Ia mengatakan, penentuan dua nama calon Wagub Papua merupakan ranah koalisi partai politik (parpol), pengusung Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua, Alm. Klemen Tinal pada pemilihan gubernur 2018 silam.

DPR Papua hanya menunggu dua nama, yang direkomendasikan koalisi parpol, untuk tahapan verifikasi dan pemilihan. Namun, ia berharap proses dalam internal koalisi parpol itu tidak terlalu lama, dan segera ada dua nama Cawagub Papua yang diserahkan ke DPR Papua.

“Jangan tarik menarik. Situasi [pemerintahan] di Pemprov Papua semakin menurun. Jangan membiarkan situasi ini berkepanjangan, itu juga tidak baik,” kata Edoardus Kaize akhir pekan lalu.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, koalisi parpol mesti mengambil langkah cepat. Menentukan dua nama Cawagub Papua dan diserahkan ke DPR Papua.

Sebab, kekosongan jabatan Wagub berlangsung lama, dapat mempengaruhi kinerja Pemprov Papua, dalam berbagai aspek.

Apalagi kini Gubernur Papua, Lukas Enembe sedang dalam masa pemulihan karena sakit. 

Dengan kondisi gubernur kini, itu dinilai sudah cukup mengganggu pelaksanaan pemerintahan di Papua.

“Apalagi, beliau (gubernur kini) sendiri. Jabatan sekda juga sedang bermasalah. Kita harus bersama menyelesaikan masalah ini, berpikir bersama bagaimana supaya pemerintah bisa lebih baik. Itu yang mesti kita pikirkan,” ujarnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *