Bertemu Stafsus Menhub, Neyalan Hamadi Sampaikan Berbagai Kebutuhan

Metro Merauke – Nelayan di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua menyampaikan berbagai kebutuhan mereka saat bertemu salah satu staf khusus (stafsus) Menteri Perhubungan (Menhub) beberapa hari lalu. 

Anggota Komisi II DPR Papua, yang membidangi ekonomi, John NR Gobai mengatakan ia memfasilitasi dialog antara nelayan Papua di Hamadi, dengan salah satu pihak perusahaan BUMN di Jakarta, dan seorang stafsus Menhub, Kamis (02/09/2021).

“Ini dalam rangka pengawasan pelaksanaan undang-undang. Staf khusus Menhub itu bernama Pak Buyung,” kata John Gobai, Sabtu (04/09/2021).

Menurutnya, ada berbagai kebutuhan yang disampaikan nelayan dalam dialog itu. Kebutuhan itu, di antaranya, kebutuhan kapal ikan untuk nelayan asli Papua di Koperasi Nelayan Papua Mandiri, Hamadi.

“Ini sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, dan pembudidaya. Semoga Tuhan membuka jalan,” ujarnya.

Katanya, selain kapal ikan ada berbagai kebutuhan nelayan asli Papua di berbagai daerah, yang mesti menjadi perhatian pemerintah, terutama pemerintah daerah. 

Kebutuhan itu misalnya, ruang pendingin untuk menyimpan ikan hasil tangkapan, pengaturan zona tangkap ikan, rompong, bahan bakar khusus nelayan, pendampingan atau pembinaan, hingga proses pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan asli Papua.

“Makanya, kita dorong untuk nelayan asli Papua di Kota Jayapura, minimal pemerintah membantu koperasi nelayan di sana dengan satu atau dua armada kapal ikan. Armada kapal ikan yang mereka miliki kini, belum maksimal,” ucapnya.

Gobai berharap, suatu saat nanti Kota Jayapura dapat mengekspor ikan tuna hasil tangkapan nelayan asli Papua. Seperti Kabupaten Mimika yang beberapa waktu lalu mengirim kepiting ke Jepang. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *