KPA : Transaksi Seks Online Marak di Merauke

Metro Merauke – Prostitusi merupakan penyakit masyarakat yang menjadi masalah serius dan harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

Belakangan, transaksi bisnis haram ini pun tidak hanya dilakukan tatap muka secara langsung atau datang ke lokalisasi, tetapi sekarang dapat dilakukan secara online.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Merauke, Papua, Damario Sriyono mengungkapkan, dari data yang dihimpun, diketahui transaksi seks secara online meningkat di tengah pandemi.

“Memang bisa diindikasikan transaksi seks online tengah marak di Merauke,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (31/8/2O21).

Dijelaskannya, dengan adanya transaksi seks online dimaksud, KPA Merauke sudah melakukan pemetaan.
Menurut Damario, KPA memandang populasi transaksi seks online cukup mengkhawatirkan, rawan terjadinya penyebaran HIV.

“Sebab kalau seperti ini sulit untuk dikontrol, kami tidak bisa desak mereka melakukan pemeriksaan. Lain halnya dengan pekerja seks yang sudah terorganisir, dapat tertib melakukan pemeriksaan kesehatan,” tuturnya.

Damario mengakui, pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV-AIDS terkesan kurang mendapat perhatian belakangan ini, di tengah fokus dunia menghadapi pandemi Covid-19 yang masih merebak.

“Padahal penambahan kasus penderitanya terus bergerak naik dan harus ditangani secara serius,” ucapnya.

Diketahui secara kumulatif jumlah kasus HIV-AIDS di Merauke mencapai 2.54O kasus. Di tahun 2O2O saja, tercatat ada 138 kasus, sementara untuk enam bulan, Januari-Juni 2O21, sudah ada 53 kasus baru. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *