Cerita Kelompok Wanita Tani Merauke Hidupkan Pekarangan Mandiri

Metro Merauke – Tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 bukan hal mudah. Terlebih, dampak pandemi dirasakan secara global, tidak terkecuali bagi pekerja hingga pelaku usaha yang terpuruk.

Cara sederhana sering kali dilupakan, semisal bercocok tanam. Meski dianggap sepele, justru hasilnya dapat menjadi penopang.

Adalah Kelompok Wanita Tani Aru Berdaya Sejahtera di Kelurahan Samkai, Merauke, Papua yang diketuai Lita Sirken. KWT dengan 3O anggota ini sudah memulai bercocok tanam dalam beberapa bulan terakhir. Para ‘emak-emak’ ini memanfaatkan lahan pekarangan di rumahnya.

Wanita ini bercerita, luas areal tanamnya juga tidak begitu besar. Namun kini telah menghasilkan pundi-pundi.

Semangat warga untuk bercocok tanam mendapat dukungan dari pemerintah. Melalui aspirasi Anggota DPR RI, H.Sulaeman L Hamzah, KWT Aru Berdaya Sehtera mendapat dukungan dana stimulan dari pemerintah sebesar Rp75 juta. Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membuat demplot, pengadaan bibit, pupuk, alat pertanian sederhana dan polybag.

Alhasil, seiring berjalannya waktu, KWT Aru Berdaya Sejahtera sukses melakukan budidaya sayuran. Lahan pekarangan telah disulap menjadi areal pertanian yang ditanami aneka sayuran. Mulai dari kacang panjang, terong, sawi, daun bawang, ketimun, cabe maupun bayam.

“Hasil panen dinikmati para anggota untuk pemenuhan kebutuhan gizi, pun hasil budidaya sayuran organik sudah ada yang dipasarkan,” ujar Lita kepada wartawan, Senin (3O/O8/2O21).

Dikatakan Lita, butuh kerja keras dan semangat untuk menjalankan KWT. Terlebih, sambungnya, diawal kegiatan berlangsung, budidaya sayuran yang dilakukan salah satu KWT di Kelurahan Samkai ini penuh dengan kendala. Semisal, tanaman jadi menguning hingga mati.

Namun, hal tersebut tdak membuat para anggota putus asa, melainkan terus berusaha. Hingga akhirnya dapat menuai hasilnya.

Aksi sosial KWT Aru Berdaya Sejahtera membagikan hasil kebun untuk warga

“Awal-awal prosesnya memang belum sempurna, sehingga tanaman mati, dan sekarang sekarang subur-subur, bisa dipanen,” tuturnya.

Dikatakan Lita, menjadi salah satu KWT yang aktif di Merauke jadi kebanggan tersendiri. Terlebih, anggotanya terus bersemangat mengolah pekarangan.
Pihaknya komitmen, menjadikan kelompok wanita tani di daerah untuk mendukung kesejahteraan pangan dan ekonomi secara bersama-sama.

Lita juga menyebut, di KWT yang dipimpinnya itu tidak hanya melatih anggota belajar proses tanam, mulai dari tahap penyemaian hingga panen. Pihaknya juga menggandeng OAP bersama-sama untuk dilatih pembuatan pupuk cair organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.

KWT Aru Berdaya Sejahtera Bagikan Sayuran Gratis
“Emak-emak’ di Kelurahan Samkai, Merauke, Papua, bergotong royong membantu warga terdampak pandemi dengan membagikan sayuran gratis.

Kelompok Wanita Tani Aru Berdaya Sejahtera menginisiasi gerakan ini dengan memulai membagikan aneka hasil kebun yang ditanam bersama.

Melalui aksi ini, KWT peduli membagikan bantuan kepada warga terdampak pandemi Covid-19, seperti warga yang menjalani isoman maupun warga terdampak lainnya.
“Setiap minggu ke dua dan ke empat di hari jumat kita bagikan sayuran dan hasil laut ke rumah-rumah warga sekitar,” terangnya.
Ia menilai, kini kebun mandiri sudah semakin berdikari. Aneka hasil tanaman di pekarangan juga menjadi ladang rezeki bagi para anggotanya serta rutin dibagikan bagi masyarakat.

Lita Sirken meyakini besarnya manfaat pengembangan KWT di masa-masa sekarang ini. Selain sebagai bentuk ketahanan pangan, sekaligus memberikan nilai ekonomis. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *