Kasus Korona Melonjak, Kabupaten Boven Digoel Kekurangan Nakes dan Obat

Metro Merauke – Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Boven Digoel, Papua menyebabkan daerah itu kini kekurangan tenaga kesehatan (nakes), akibat terpapar korona. Stok obat obatanpun menipis.

Kepala Dinas Kesehatan Boven Digoel, H. Syahib mengatakan, pada Juli 2021 lalu, sebanyak 56 nakes positif korona, di antaranya, delapan dokter.

“Bukan hanya nakes di rumah sakit, ada juga di Dinas Kesehatan hingga yang di Puskesmas,” katanya, Jumat (13/08/2021).

Menurutnya, kondisi tersebut berimbas terhadap pelayanan masyarakat. Sebagai langkah alternatif, Dinkes Boven Digoel terpaksa menarik para dokter dari sejumlah Puskesmas untuk diperbantukan memberikan pelayanan di Rumah Sakit Tanah Merah.

Katanya, demi mengatasi kekurangan nakes, pihaknya telah mengajukan permintaan tambahan tenaga kesehatan ke Provinsi Papua.

“Sudah direspon Dinkes provinsi dengan membuka rekrutmen tenaga relawan dokter maupun nakes lainnya. Kita berharap tenaga kesehatan tambahan segera tiba untuk membantu dan mendukung pelayanan kesehatan di Boven Digoel,” harapnya.

Melonjaknya penyebaran Covid-19 di Boven Digoel tidak hanya memicu berkurangnya tenaga kesehatan. Kini stok obat obatan di sana mulai berkurang.

“Kebutuhan obat penanganan Covid-19 ditanggung provinsi. Hanya saja, lonjakan kasus terjadi di sejumlah daerah di wilayah Papua. Ini mempengaruhi stok obat di provinsi, sehingga disarankan agar daerah membackup ketersediaan kebutuhan obat,” ucapnya.

Masyarakat diharap berpartisipasi untuk bersama melakukan upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di daerah, dengan menaati protokol kesehatan. 

Misalnya memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan banyak orang, dan mendukung program vaksinasi Covid-19 di Boven Digoel. (Nuryani/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *