Poksus DPR Papua Usulkan 5 Agustus Sebagai Hari Kebangkitan Budaya

Metro Merauke – Kelompok Khusus (Poksus)DPR Papua, yang beranggotakan 14 anggota dewan dari wilayah adat melalui mekanisme pengangkatan, mengusulkan agar Pemprov Papua menetapkan 5 Agustus sebagai hari kebangkitan budaya Papua.

Ketua Poksus DPR Papua, John NR Gobai mengatakan, 5 Agustus merupakan hari peringatan lahirnya kelompok musik Mambesak. 

Katanya, tahun ini merupakan peringatan HUT ke-43 Mambesak. Ini mesti dijadikan momentum kebangkitan kebudayaan Papua, dimulai dengan memutar lagu daerah di area publik.

Misalnya, bandara, pelabuhan, kantor pemerintahan dan swasta, restoran, hotel, sekolah, hingga angkutan umum. Cara ini dianggap sebagai salah satu upaya melestarikan budaya Papua.

“Ini bagian kita lestarikan bahasa daerah dan lagu daerah, sebagai bentuk upaya melestarikan budaya Papua,” kata John Gobai, Kamis (05/08/2021).

John Gobai pun meminta pemprov mengeluarkan sebuah instruksi. Sebab, telah ada Perdasus nomor 16 Tahun 2018, tentang pembinaan dan perlindungan kebudayaan asli Papua sudah dalam regulasi tersebut.

Menurutnya, mesti ada hari khusus untuk memutar lagu daerah Papua. Ini dalam rangka memperkenalkan bahasa daerah, lagu asli daerah dengan alat musik.

“Kalau kita misalnya putar lagu akustik, itukan ada suling tambur, tifa, ukulele, gitar dan alat musik tradisional lainnya. Itu hanya ada di Mambesak. Untuk itu sebagai ketua Poksus DPR Papua, saya minta Pemprov Papua dan kabupaten/kota melestarikan kebudayaan,” ucapnya.

Katanya, salah kebudyaan itu adalah seni tarik suara dan bahasa. Untuk itu di momen HUT Mambesak ke-43, pemprov mesti menjadikan itu sebagai waktu yang tepat mengeluarkan instruksi, mewajibkan berbagai tempat mulai memutar lagu bahasa daerah yang akustik yang asli.

“Ini mendesak, sehingga saya menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua. Saya belum dengar ada Kapolda yang mengucapkan hari HUT Mambesak. Hanya Mathius Fakhiri yang ucapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jangan melihat Mambesak dari aspek lain. Akan tetapi mesti dilihat dari dari aspek pelestarian, perlindungan dan pembinaan kebudayaan karena kebudayaan Papua adalah bagian dari kebudayaan di Indonesia. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *