Bupati Merauke : Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Dapat Dipidana

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Romanus Mbaraka mengharapkan kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 oleh keluarga tidak kembali terjadi di daerah.

Sebab, pemerintah akan mengambil langkah hukum bila terjadi pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dari rumah sakit. 

“Kalau ada yang nekad mengambil, akan ada penindakan tegas. Sanksi sudah ada dalam edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), sanksinya bisa dipenjara,” ucap bupati,

Menurutnya, ketika rumah sakit menyatakan seorang terpapar Covid-19 dengan bukti yang jelas, seharusnya keluarga mengikuti. Orang yang meninggal karena Covid-19, wajib dimakamkan secara protokol kesehatan. 

“Karena kalau tidak akan membahayakan banyak orang. Suka tidak suka, keluarga harus mengikuti prokes. Kita akan pertegas untuk itu,” katanya.

Petugaspun diminta trasparan menyampaikan hasil pemeriksaan Covid-19 kepada keluarga pasien yang meninggal, baik rapid antigen maupun PCR. 

“Kita akan perketat, tidak mengikuti maunya masyarakat. Dan masyarakat harus percaya pemerintah, juga sebaliknya, pemerintah harus hargai masyarakat,” tuturnya.

Terkait ketegasan aturan dimaksud, menurut bupati perlu disosialisasikan menyeluruh kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu bupati mengajak masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah penularan Covid-19 yang diketahui di Merauke masih cukup tinggi. 

“Rata-rata orang Merauke hampir 80 persen terpapar covid dengan orang tanpa gejala (OTG). Terbukti, hampir sebulan ini, dari 100 orang yang diperiksa dengan PCR, hasilnya 30-60 orang positif,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *