Dinkes Papua Disarankan Gencar Sosialisasi Vaksinasi Korona

Metro Merauke – Komisi V DPR Papua yang membidangi kesehatan menyarankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua, gencar menyosialisasikan manfaat vaksinasi Covid-19, kepada warga.

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa mengatakan saran itu telah disampaikan pihaknya kepada Kepada Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame dalam rapat bersama, Selasa (27/07/2021).

“Vaksin sekarang menjadi syarat dan lainnya. Disaat saat begini, Dinkes harus berperan aktif menyampaikan manfaat vaksin, agar rakyat tahu. Kalau bisa setiap hari disosialisasikan di media. Sampai sekarang kan masih banyak masyarakat belum tahu manfaat vaksin,” kata Timiles Yikwa usai rapat.

Katanya, hingga kini vaksinasi Covid-19 masih menjadi perdebatan di publik Papua. Apalagi seiring beredarnya informasi yang menyebut ada di antara mereka yang telah divaksin mengalami berbagai gejala bahkan meninggal dunia.

“Kemungkinan itu karena mereka memiliki penyakit bawaan tapi langsung vaksin. Sebaiknya kalau mau vaksin, periksa dulu apakah ada penyakit lain atau tidak. Ini yang belum banyak diketahui masyarakat awam, dan perlu terus disosialisasikan,” ujarnya.

Komisi V DPR Papua juga meminta Dinkes Papua menjelaskan kepada publik bagaimana syarat bagi pelaku perjalanan yang memiliki penyakit bawaan dan tidak dapat divaksin.

Sebab, kini sertifikat vaksinasi menjadi salah satu syarat saat seseorang akan melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Kalau memang orang yang ada penyakit bawaan mau berangkat, harus ada surat keterangan. Surat keterangan ini siapa yang akan kasi keluar. Saya sarankan ini diputuskan oleh dinas,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame mengatakan hingga kini pihaknya terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi. Akan tetapi, ia akui itu tidak mudah, sebab berbagai pihak menentangnya. 

“Bahkan saya minta beberapa tokoh agama agar divaksin dan menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Robby Kayame.

Menurutnya, sosialisasi vaksin korona kini sama seperti menyosialisasikan HIV-AIDS di Papua beberapa tahun lalu.

“Memang cukup berat meyakinkan orang agar mau divaksinasi. Itu kembali kepada individu,” ucapnya.

Robby Kayame menambahkan, untuk warga yang memiliki penyakit bawaan dan tidak dapat divaksin, ketika akan melakukan perjalanan ke luar daerah mesti ada surat keterangan dari dokter spesialis.

“Kalau kelompok tidak bisa divaksin mau keluar daerah, karena kepentingan mendesak, mereka harus mendapat surat keterangan dari dokter spesialis, yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak berhak divaksin,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *