Pandemi Korona, Pengobatan Alternatif Kearifan Lokal Perlu Diberi Ruang

Metro Merauke – Ketua Kelompok Khusus atau Pokus DPR Papua, John NR Gobai berpendapat, di tengah pandemi korona kini, pengobatan alternatif dengan kearifan lokal menggunakan bahan obat tradisional perlu diberi ruang.

Sekretaris II Dewan Adat Papua itu mengatakan, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang kese­hatan, pelayanan kesehatan tradi­sional termasuk salah satu dari 17 jenis upaya kese­hatan yang harus terselenggara secara terpadu, menyeluruh dan ber­kesinambungan, difasilitas pelayanan kesehatan.

“Kini Papua banyak korban Covid-19, sementara fasilitas terbatas. Menurut saya, perlu dibuat alternatif yaitu tempat pengobatan tradisional,” kata John NR Gobai, Minggu (25/07/2021).

Menurutnya, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan nasional, juga diatur pelayanan kesehatan tradisional alter­natif dan komplementer dilak­sanakan secara sinergi, dan integrasi dengan pelayanan kesehatan. 

Diarahkan untuk pengembangan lingkup keilmu­annya, agar sejajar de­ngan pelayanan kesehatan.

“Dengan dasar ini, saya pikir di rumah sakit di Papua mesti ada sebuah gedung, ruangan atau kesempatan bagi mereka yang mempunyai pengetahuan untuk mengobati orang sakit,” ucapnya.

Katanya, hal ini perlu disiapkan dengan memberikan ruang pengobatan Covid-19 dengan kearifan lokal atau bahan lokal, pada balai pengobatan di Papua, atau Puskesmas di Papua.

Ia mengatakan, dengan adanya ramuan ramuan tradisional korona sebagai pengganti obat kimia, pelayanan kesehatan tradisional alter­natif dan komplementer perlu dibuat melalui balai pengobatan atau Puskesmas.

“Namun tentu dengan pendampingan, serta adanya sertifikasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui seksi kesehatan tradisional. Bidang pelayanan kesehatan perlu dibuka di Papua,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *