Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan, Romanus Mbaraka:Kejaksaan Punya Data Valid

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Romanus Mbaraka, angkat bicara terkait mulai bergulirnya proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Merauke atas dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana honorarium Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, tahun 2019 yang dianggarkan sebesar Rp 8.610.000.000  bersumber dari Dana Otonomi Khusus (DAK). 

“Saya kira Kejaksaan punya hasil pemeriksaan dan data valid, bukan baru muncul sekarang. Hasil pemeriksaan sudah dilakukan 3 hingga 5 tahun sebelumnya, ini hasil dari sebuah proses,” ujar bupati kepada wartawan, Jumat (23/07/2021).

Bupati menilai, tahapan penyidikan yang tengah berjalan di Kejaksaan Negeri Merauke, diyakini berdasarkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga, kata bupati, dengan dasar itulah, Kejaksaan dapat melakukan proses atau tahapan dalam pengungkapan dugaan korupsi tersebut. 

“Kalau mereka (Kejaksaan) bisa katakan seperti begitu, saya pikir mereka punya data yang valid. Apa lagi mereka bisa ekspos ke publik, karena ini menyangkut persoalan hukum,” timpalnya.

Terkait permasalahan yang tengah bergulir di Kejaksaan, sebagai pimpinan pemerintah daerah, Romanus Mbaraka mengaku ikut memantau perkembangannya (prosesnya). Ia juga terus memonitor kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

“Kita komunikasi dengan Kejaksaan untuk bisa sama-sama melihat. Selaku pimpinan pemerintahan, saya memantau perkembangan yang dilakukan Kejaksaan dibeberapa SKPD yang ada, termasuk Dinas P dan K. Yang Kejaksaan sampaikan berdasarkan data yang mereka coba lakukan penelitan selama ini, dan ini fakta hukum,” tuturnya.

Diketahui, Kepala Kejaksaan Negeri Merauke, I Wayan Sumertayasa, pada peringatan Hari Bhakti Adyaksa ke-61 menegaskan, pihaknya telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (sprindik), tertanggal 19 Juni 2021. Tindaklanjutnya, sejumlah saksi dipanggil dan diperiksa serta mengumpulkan barang bukti terkait permasalahan tersebut.

Ditambahkan I Wayan Sumertayasa, saat ini penyidikan yang dilakukan pihaknya masih bersifat umum dan belum dapat ditetapkan tersangkanya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *