PHBI Merauke Tiadakan Takbir Keliling, Jumlah Jamaah yang Salat Dibatasi

Metro Merauke – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Merauke, Papua memutuskan meniadakan takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Adha, 20 Juli 2021. 

Salat Ied berjamaah di Lapangan Legimin maupun di halaman Masjid Raya Al-Aqsha Merauke, juga ditiadakan.

Salat Idul Adha hanya diperbolehkan dilakukan di setiap masjid di Merauke. Akan tetapi jumlah jamaah dibatasi, yakni hanya 30 persen.

Ketua PHBI Merauke, Baharudin Lahati mengatakan, ini sesuai Instruksi Bupati Merauke Nomor 01 tahun 2021, tentang percepatan penanganan Covid-19 di daerah.

Jamaah yang hadir 30 persen, dengan protokol kesehatan yang ketat. 

“[Jumlah] jamaah yang hadir hanya diperbolehkan 30 persen. Tidak semua jamaah dapat menghadiri salat di masjid,” kata Baharudin saat dihubungi Metro Merauke melalui panggilan teleponnya, Minggu (18/07/2021).

Menurutnya, PHBI Kabupaten Merauke bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia telah menyiapkan naskah khotbah, dan tata cara salat Idul Adha. 

Ini akan dibagikan ke PKM maupun umat, sebagai panduan pelaksanaan salat hari raya di rumah masing-masing.

Untuk penyembelihan hewan kurban, kata Baharudin Lahati, pemerintah menganjurkan pemotongan dilakukan di rumah potong hewan (RPH). 

Penyembelihan di luar RPH, diharapkan dapat diatur secara baik, dan hanya dihadiri sedikit orang dengan menerapkan protokol kesehatan.

Begitu juga pembagian daging kurban, mesti diatur secara baik, untuk menghindari kerumunan banyak orang yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19.

“Caranya, dibagi secara langsung atau door to door. Yang terdata di RPH ada 140 ekor sapi, sementara yang daftar di PHBI untuk potong di lingkungan sendiri sebanyak 20 ekor. Total sementara, ada 170 ekor sapi, belum termasuk di kawasan distrik lainnya,” ucapnya. (Nuryani/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *