Dinas Peternakan Merauke Belum Temukan Hewan Kurban Berpenyakit

Metro Merauke – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke, Papua menyatakan, selama melakukan pemeriksaan jelang Hari Raya Idul Adha 2021, belum ditemukan adanya hewan kurban yang memiliki penyakit atau tidak layak.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Merauke, Retno mengatakan pihaknya baru mendapati seekor sapi betina yang ditolak untuk dikirim ke luar daerah.

Pemeriksaan hewan kurban sudah mulai dilakukan. Tahap awal yang diperiksa adalah sapi dan kambing yang dikirim dari Merauke ke berbagai daerah tujuan, di antaranya Kabupaten Mappi, Boven Digoel, Asmat, Yahukimo dan Jayawijaya. 

“Sejauh ini belum ditemukan hewan kurban yang sakit atau tidak layak. Kecuali, ada seekor sapi betina yang kami tolak untuk di kirim ke Kabupaten Asmat,” kata Retno kepada Metro Merauke, Minggu (18/07/2021).

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas Peternakan Merauke mengerahkan petugas kesehatan hewan di delapan distrik, melakukan pemeriksaan massal dimulai, Senin (19/07/2021).

“Pemeriksaan massal dilakukan H-1 Idul Adha, baik di Distrik Merauke maupun di sejumlah distrik lainnya yang sudah ada petugas Puskeswan. Seperti di Distrik Muting, Elikobel, Ulilin, Jagebob, Malind, Animha, Kurik, Tanah Miring dan Semangga,” ucapnya.

Menurutnya, untuk pemeriksaan antemortem dan post morten, pihaknya mengerahkan 60 orang. Mereka terdiri dari tenaga medik, paramedik dan dibantu medik dari Karantina Pertanian Kelas I Merauke.

Tercatat sebanyak 120 ekor sapi terdaftar untuk pemotongan di rumah potong hewan (RPH) Merauke. Sedikitnya sebanyak 100 orang disiagakan selama pemotongan hewan kurban di RPH yang dijadwalkan berlangsung dua hari. 

“Kami juga sudah menyurat ke Satgas Covid-19, meminta tenaga kesehatan Puskesmas Mopah membantu kami saat pemotongan di RPHR Mopah, terkait antisipasi penanganan Covid-19,” jelasnya.

Kata Retno, sesuai ketentuan, dilakukan pembatasan orang yang hadir menyaksikan prosesi pemotongan hewan kurban, agar  menghindari terjadinya kerumunan.

“Utamanya harus menerapkan prokes dan tidak diperkenankan membawa anak di bawah umur,” ujarnya. (Nuryani/Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *