Belum Nampak Keseriusan Pemda Persiapkan Masyarakat Jelang PON Papua

Metro Merauke – Anggota DPR Papua melalui mekanisme pengangkatan, Yonas Alfon Nusi menilai, hingga kini belum nampak kesiapan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota penyelengaraan PON ke-20 Papua, mempersiapkan masyarakat mengambil asas manfaat saat even olahraga nasional itu.

Utusan wilayah Adat Saireri itu mengatakan, persiapan PON Papua hingga kini terkesan belum melibatkan masyarakat. 

Masyarakat, terutama di empat klaster penyelenggara, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke belum dipersiapkan secara baik, menyambut PON yang akan digelar awal Oktober 2021.

“Ini memang perlu ruang dan dana yang cukup. SKPD di kabupaten/kota klaster penyelenggara PON memang sudah bekerja, namun belum maksimal. Kita belum melihat perkembangannya,” kata Yonas Nusi, Senin (12/07/2021).

Menurutnya, masyarakat Papua memiliki produksi dalam berbagai bidang ekonomi kerakyatan. Akan tetapi instansi terkait mesti memfasilitasinya untuk proses pemasaran secara legal.

Sebab, yang dipikirkan kini bukan hanya saat PON. Namun bagaimana masyarakat Papua tetap bisa eksis dalam pengembangan ekonomi kerakyatan setelah PON.

“Semua masih menunggu, dan ini menjadi keprihatinan kita. Kami sebagai dewan, dan pimpinan organisasi Merah Putih mencoba merangkul pelaku industri rumah tangga dan meminta dinas terkait, bagaimana memberi izin usaha dan difasilitasi, agar mereka bisa menjual produksinya,” ujarnya.

Ketua Umum Garuda Merah Putih itu mengatakan, setiap hasil produksi masyarakat mesti dipastikan memiliki pasar, agar masyarakat memiliki pendapatan. 

Akan tetapi, mutu dari hasil produksi itu mesti dijaga. Misalnya produk makanan, mulai dari kebersihan dan kualitasnya mesti terjamin agar pembeli tidak ragu. 

“Ini yang perlu dilakukan. Kegiatan ekonomi tingkat bawah mesti dihidupkan. Bukan hanya yang besar besar. Kita prihatin dengan kondisi ini. Apa gunanya keluarkan uang triliunan rupiah untuk PON dan lainnya, kalau rakyat tidak terlibat,” ucapnya.

Kata Yonas Nusi, ada berbagai hasil produksi masyarakat Papua yang memiliki potensi dipasarkan, termasuk saat PON mendatang. Misalnya kopi atau makanan khas Papua. Namun produk itu mesti didorong agar memiliki sentra atau tempat khusus. 

“Kalau bisa, ada tempat khusus menjual makanan khas Papua. Tidak hanya kuliner juga kerajinan tangan khas Papua dan di situlah akan terlihat keterlibatan masyarakat, agar mendapat manfaat ekonomi,” katanya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *