Pernikahan Usia Dini Marak di Tengah Pandemi

Metro Merauke – Pandemi Covid-19 secara global, termasuk di Merauke, Papua masih terus terjadi dan hingga kini belum berakhir.

Banyak dampak yang ditimbulkan selama mewabahnya virus corona, salah satunya pernikahan anak usia dini yang ternyata meningkat drastis jumlahnya. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke mencatat, selama masa pandemi tahun 2020 hingga Juli 2021, angka pernikahan dini telah mencapai 30 kasus.

Dikatakan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Linda, membenarkan adanya peningkatan jumlah anak menikah. Menurutnya, beragam faktor menjadi pemicu maraknya pernikahan dini sepanjang pandemi. Semisal karena permasalahan ekonomi, pergaulan, maupun dampak tehnologi smartphone.

“Bahkan, hari ini, Jumat (9/7), kami baru menangani adanya laporan untuk menikah, dimana perempuan berusia 14 tahun dengan pria 30 tahun,” ujarnya kepada wartawan.

Mengacu pada undang-undang perlindungan anak, kata Linda, melalui surat keterangan, pihaknya tetap kukuh tidak memperbolehkan anak dengan usia dini untuk menikah, karena masih dibawah umur. “Selanjutnya surat keterangan itu masih akan dilanjutkan ke Pengadilan Agama yang akan memutuskan,” terangnya.

Sejauh ini, sambungnya, dinas melakukan penanganan hingga mediasi mengenai pernikahan anak. “Kita bicara dan kembalikan ke pihak keluarga. Ada yang mengaku karena faktor ekonomi, orang tua tidak sanggup lagi untuk membayar uang sekolah, jadi terpaksa dinikahkan. Kalau dari dinas, jelas, anak usia dini tidak boleh menikah,” bebernya.

Dijelaskannya, pada dasarnya perkawinan anak dapat mengakibatkan dampak negatif bagi anak. Terutama bagi pendidikannya, kesehatan, ekonomi hingga dampak lainnya seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Tidak hanya itu, perkawinan anak dapat berdampak pada terganggunya kesehatan reproduksi, hingga menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim,” jelasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *