Musim Kemarau Tapi Hujan Tetap Terjadi, Begini Penjelasan BMKG

Metro Merauke – Stasiun BMKG Merauke, Papua, menyebut kondisi cuaca di wilayah Merauke, Papua seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Tetapi, di wilayah Merauke dalam beberapa hari terakhir kerap mengalami hujan dengan intensitas kecil hingga sedang.

Hujan terkadang mengguyur pada pagi dan malam hari. Selain itu, suhu udara di malam hari pun terasa lebih dingin.

Prakirawan pada Stasiun BMKG Merauke, Yunita, memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan adanya gangguan pola cuaca. Melainkan, katanya, dipengaruhi suhu permukaan laut yang cukup hangat, sehingga dapat menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Papua, termasuk Merauke masih cukup tinggi.

“Saat ini masih memantau, apakah masih ada peluang hujan atau tidak, tetapi kemungkinan, dalam sepekan ke depan masih ada hujan dengan intensitas yang ringan pada siang hingga sore hari,” kata Yunita kepada wartawan, Jumat (9/7).

Selain itu, lanjutnya, untuk arah angin terpantau dari arah timur sampai tenggara, dengan kecepatan sekitar 8-15 knot atau sekitar 15-35 km/jam. Kondisi ini mempengaruhi gelombang di wilayah laut Arafuru bagian timur yang terpantau dengan kategori sedang sampai tinggi, 1,5 meter-3 meter. “Tapi untuk perairan Merauke masih kategorinya rendah,” terangnya.

Sedangkan untuk malam atau dini hari suhu udara terasa dingin, kata Yunita, karena tutupan awan di wilayah Merauke sedikit.

Diuraikan, misalnya cuaca malam cerah berawan sampai jumlah awannya sedikit, bisa menyebabkan suhu permukaan bumi semakin menurun karena tidak ada yang menahan radiasi bumi yang keluar ke atmosfer dan suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin.

BMKG memperkirakan, bulan Agustus kondisi curah hujan semakin menurun dan musim kemarau lebih terlihat dari bulan sebelumnya.(Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *