Komnas HAM Disarankan Dirikan Posko Pengaduan Vaksinasi di Seluruh Indonesia

Metro Merauke – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM RI disarankan mendirikan posko pengaduan vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia.

Saran itu disampaikan Sekretaris Fraksi Gabungan II Bangun Papua di DPR Papua, Alfred Fredy Anouw, S.IP.

Alfred Anouw berpendapat, Komnas HAM mesti membuka posko pengaduan se-Indonesia, sebab pemerintah kini terkesan memaksa setiap warganya divaksin.

“Kita hargai kebijakan pemerintah, namun yang namanya pemaksaan, apapun alasannya tetap  pelanggaran HAM. Makanya kami mendesak Komnas HAM segera membentuk pos pengaduan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Alfred Anouw, Jumat (09/07/2021).

Politikus Partai Garuda ini mengatakan, untuk meminimalisir terjadinya klaster baru Covid-19, pemerintah bisa menggunakan cara lain. 

Di antaranya memberi sanksi terhadap mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan atau prokes saat berada di tempat umum.

“Kami juga menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia, seluruh gubernur dan para bupati seluruh Indonesia, untuk tidak menakut-nakuti rakyat Indonesia,” ujarnya.

Politikus muda ini mengatakan, para pengambil kebijakan mulai dari pusat hingga daerah, sebaiknya belajar dari berbagai negara maju seperti Amerika, Denmark, Italia dan lainnya. 

Katanya, di negara negara ini, mereka yang sudah divaksin diminta melepaskan masker. Akan tetapi situasi berbeda terjadi di Indonesia.

Di Indonesia, mereka yang sudah divaksin diminta pakai masker, dan harus melakukan swab tes menggunakan metode PCR dan lainnya. 

“Itukan aneh, menunjukkan sikap pemerintah seakan menakuti rakyatnya supaya wajib vaksin. Jumlah pasien Covid-19 di negara negara lain sudah makin menurun, namun herannya, di Indonesia pasien korona semakin meningkat,” kata Alfred Anouw.

Ia menambahkan, pihaknya mengingatkan pemerintah atau oknum oknum tertentu di tataran pengambil kebijakan tidak memanfaatkan pandemi Covid-19, untuk bisnis. Sebab, pejabat rakyat tidak boleh menjadikan warganya target atau sasaran bisnis. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *