Aparat Kampung di Papua Perlu Penguatan Kapasitas

Metro Merauke – Aparat pemerintahan kampung di Papua dirasa perlu diberi penguatan kapasitas.

Anggota Komisi I DPR Papua, yang membidangi pemerintahan, Yonas Alfon Nusi mengatakan, Pemprov Papua dan pemerintah kabupaten/kota perlu memberi penguatan kepada para aparat kampung. 

Penguatan itu, terutama mengenai administrasi, pengelolaan keuangan dan pengembangan potensi di kampung.

“Sukses tidaknya pembangunan di kampung, ada pada aparatur kampung. Dalam penggunaan anggaran kampung ini, aparatur kampung perlu mendapat penguatan yang baik,” kata Yonas Nusi, Kamis (08/07/2021).

Menurutnya, aparat kampung mesti dibekali pengetahuan yang memadai bagaimana mengelola dan memanajemen keuangan kampung, agar tepat sasaran.

“Ini merupakan temuan saat saya reses. Targetnya, hasil reses ini akan dijadikan bahan untuk dikomunikasih ke eksekutif melalui mekanisme dewan, dan bagian dari aspirasi rakyat saat saya reses,” ucapnya.

Yonas Nusi mengatakan, apabila kepala kampung dan aparaturnya tidak dapat memanajemen keuangan kampung secara baik, tak akan ada pembangunan di sana. 

“Apalagi di wilayah pedalaman, kebanyakan kepala kampung dan aparaturnya hanya lulusan SMA. Makanya, mesti ada penguatan secara berjenjang. Mulai dari kampung kemudian ke tingkat distrik,” ujarnya.

Nusi juga menyinggung mengenai masih adanya sengketa batas wilayah pemerintahan antara kabupaten, distrik dan kampung. 

Ia menilai, selama ini pemerintah provinsi terkesan tidak serius menyelesaikan masalah batas wilayah itu.

Katanya, batas wilayah pemerintahan dan batas wilayah adat berbeda. Batas wilayah pemerintahan ini yang dipandang mesti diperjelas.

“Sebab, ada wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam, dan ini bisa memicu konflik kalau batas wilayah tidak diperjelas. Pemprov jangan menganggap remeh mengenai batas wilayah ini,” ucapnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *