KONI Papua Butuh Tambahan Rp 500 Miliar untuk Bonus Atlet PON

Metro Merauke – Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Papua, butuh tambahan dana Rp 500 miliar untuk bonus bagi atlet atau kontingen Papua saat ajang PON ke-20 di Papua, Oktober 2021 mendatang.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya mengatakan tambahan dana itu untuk bonus kontingen Papua peraih medali emas, perak dan perunggu.

KONI Papua, telah mengajukan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun kepada pemerintah provinsi. Namun yang disetujui hanya Rp 800 miliar.

“Kami harap dapat dukungan dari pemprov dan DPR Papua untuk bisa tambahan anggaran. Sumbernya bisa dari APBD perubahan atau mungkin dari Silpa, untuk membackup sukses prestasi,” kata Kenius Kogoya usai rapat bersama Komisi V DPR Papua, Rabu (07/07/2021).

Menurutnya, saat PON ke-19 di Jawa Barat, atlet Papua peraih medali emas mendapat bonus Rp 600 juta. Kemungkinan nominal itu akan bertambah pada PON ke-20, sebab Papua adalah tuan rumah.

Bonus untuk atlet Papua peraih emas nantinya, bisa mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Semua kembali pada ketersediaan anggaran. 

“Kita berharap sebagai tuan rumah, atlet kita mendapatkan penghargaan terbaik. Target kita kan 81 medali emas,” ujarnya. 

Kata Kenius, hitungan bonus untuk atlet peraih medali cabor perorangan dan cabor beregu akan berbeda. 

Tidak mungkin tim sepakbola yang terdiri dari 22 atlet akan mendapat nilai yang sama dengan atlet cabor perorangan.

“Tim beregu berbeda dengan tim perorangan. Misalnya bola kaki, kan 22 atlet tidak mungkin Rp 1 miliar. Hitungnya mesti proposional. Kalau misalnya satu orang dapat Rp 300 juta atau Rp 400 juta, kalikan dengan 22 orang. Itu baru satu emas dipermainan beregu,” ucapnya.

Ia menambahkan, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk bonus atlet sekitar Rp 700 miliar. Namun itu belum termasuk bonus untuk pelatih dan official tim.

“Mudah mudahan tambahan dana Rp 500 miliar itu cukup. Memang biaya membengkak karena kebutuhan atlet. Misalnya peralatan latihan. Kita mesti lengkapi apalagi kita tuan rumah. Ini juga untuk menyemangati atlet,” kata Kenius. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *