Warga Asli Kota Jayapura Diprediksi Makin Termaljinalkan

Metro Merauke – Suku suku asli di Kota Jayapura, Papua atau Port Numbay diprediksi akan makin termaljinalkan pada masa mendatang.

Ketua Pemuda Adat Port Numbay, Rudi Mebri mengatakan kekhawatiran itu berdasarkan hasil penelitian pihaknya bersama Yayasan Konsultasi Independen Rakyat atau KIPRA Papua, 2014 silam.

Katanya, hasil penelitian ketika itu mencatat jumlah warga asli Port Numbay sebanyak 9.456 jiwa. Sebanyak 6.000 jiwa lebih berada di 25 kelurahan dan 14 kampung di Kota Jayapura. Sisanya sebanyak 3.000 jiwa lebih berada di wilayah lain di Papua, di luar Papua hingga di luar negeri.

“Kalau prediksi kami sendiri, mereka (warga asli Port Numbay) pada 25 tahun mendatang, hanya akan muncul (tersisa) lima orang dalam setiap kampung,” kata Rudi Mebri kepada Metro Merauke beberapa hari lalu.

Menurutnya, dalam jajaran pemerintahan dan swastapun sama halnya. Orang Port Numbay akan makin tersisih seiring waktu. Situasi itu akan membuat suku suku asli di ibu kota Provinsi Papua tersebut makin sulit.

Ia berharap, kepala daerah atau Wali Kota Jayapura dapat mengupayakan adanya proteksi terhadap warga asli Port Numbay.

“[Kewenangan] proteksi itukan ada di kepala daerah sebenarnya. Dia harus pakai kebijakan ekstrim untuk mengubah [situasi] itu,” ujarnya.

Rudi Mebri mengatakan, selama kepala daerah tidak menggunakan cara cara ekstrim, sangat sulit memproteksi orang Port Numbay demi keberlangsungan masa depannya.

“OPD akan sangat sulit menterjemahkan kebijakan itu, karena belum tentu OPD OPD di bawah ini akan melaksanakan apa yang dia (kepala daerah) sampaikan,” ucapnya. 

Orang Port Numbay tersebar di 14 kampung di Kota Jayapura. Kampung itu, di antaranya Kayo Pulau, Kayo Batu, Tobati, Enggros, Nafri, Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, Mosso, Kampung Yoka, dan 25 kelurahan di kota seluas 940 km2.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jayapura mencatat hingga akhir 2018, warga di sana berjumlah 420.964 jiwa.

Di tengah pesatnya arus penduduk di Kota Jayapura, orang asli Port Numbay semakin sedikit. 

Pulau Kosong misalnya, jumlah pendatang diperkirakan mencapai 600 lebih daripada penduduk asli. Di Kayo Pulo orang asli hanya 149 orang asli dan 140 kepala keluarga di Tobati. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *