Lewat DPRD, Pemuda Sumbang Pikiran Strategis Songsong PPS

Metro Merauke – Perjuangan terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan (PPS) terus bergulir. Hanya saja, pemuda merasa sejauh ini tidak banyak dilibatkan dalam proses pemekaran tersebut.

Padahal, menurut Ketua Gerakan Pemuda Ansor Merauke, Alfi Syahri, pemerintah dinilai perlu untuk mendengarkan masukan yang datang dari berbagai kalangan, tak terkecuali bagi pemuda dengan pikiran-pikiran strategis yang dimiliki dalam kaitannya mendorong terwujudnya PPS.

Berkaitan hal tersebut, GP Ansor Merauke menginisiasi organisasi kepemudaan di daerah melakukan pertemuan langsung dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, Benjamin Latumahina belum lama ini.

Dengan begitu, Ketua GP Ansor Alfi Syahri mengharapkan, aspirasi dari kalangan pemuda yang disampaikan ke legisltif, dapat diteruskan kepada elit politik yang tengah memperjuangkan pemekaran.

“Sejauh ini pemuda tidak terlalu banyak dilibatkan dalam proses PPS. Dan pertemuan bersama Ketua DPRD sebagai langkah awal, sehingga aspirasi kami juga bisa disampaikan kepada elit politik,” katanya.

Diketahui, pertemuan dengan tema peranan pemuda dalam menghadapi proses PPS bersama Ketua DPRD Merauke, juga diikuti sejumlah organisasi kepemudaan, perwakilan pemuda Boven Digoel, Asmat, Mappi dan KNPI.

“Kami dari organisasi pemuda mendukung perjuangan PPS. Hadirnya kita hari ini untuk memastikan hak-hak OAP benar-benar bisa sampai ke orang asli Papua. Dimungkinkan pasca terbentuknya provinsi akan banyak dinamika dan gesekan. Pemuda mengantisipasi hal tersebut, sehingga pertemuan ini dilakukan,” tuturnya.

Ketua DPRD Merauke, Benjamin Latumahina, mengakui besarnya peranan pemuda dalam menyongsong PPS. Dalam pertemuan tersebut, katanya, pemuda menyampaikan banyak pokok pikiran strategis, termasuk melihat kesiapan PPS dengan kelemahan-kelemahan yang perlu diperhitungkan.

Diuraikannya, sebut saja mengenai kesiapan sumber daya manusia, perhatian pemerintah terhadap OAP dalam pembangunan di sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan hingga masalah infrastruktur.

“Pemuda ingin terlibat dalam situasi perjuanan PPS. Saya rasa peranan pemuda sangat penting. Dalam pertemuan tadi pemuda menyampaikan pokok pikiran yang strategis untuk menyongsong pemekaran, hal ini sangat baik,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *