Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pastikan Belajar Tatap Muka Digelar

Metro Merauke – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merauke, Papua, Thiasony Betaubun menegaskan, belajar tatap muka tetap dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2021/2022.

Ia memastikan proses belajar tatap muka dilakukan secara terbatas dan sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Ia mengakui, pelaksanaan belajar tatap muka di tengah wabah pandemi Covid-19 yang belum berakhir memang penuh resiko. Hanya saja, lanjutnya, dengan sistem belajar online atau daring yang selama ini dijalankan, membuat guru tidak mengetahui pasti kondisi siswanya.

“Misalkan dalam satu rumah ada 3 hingga lima anaknya yang harus butuh hp android untuk mengikuti belajar daring, ini kan memberatkan orang tua,” bebernya.

Paling tidak, kata Betaubun, belajar tatap muka terbatas diatur pelaksanaannya. Semisal, dijadwalkan seminggu dua kali pertemuan maupun sebulan 6 kali.

“Itu tidak mengapa. Jadi, tatap muka terbatas harus tetap dilakukan untuk mengetahui kemajuan, mengontrol perkembangan siswa atau anak didik. Sedangkan untuk zona hijau, dilakukan tatap muka penuh, ” ucapnya kepada wartawan, Jumat (2/7).

Dijelaskannya, dalam proses pembelajaran di tengah pandemi dengan menggunakan kurikulum darurat. Hal tersebut, katanya, mengacu pada hasil keputusan 4 menteri. Masing-masing Menteri Agama, Pendidikan, Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri pada 15 Juni tahun lalu.

“Kita menuju pada merdeka belajar. Sekarang tidak menggunakan KTSP maupun kurikulum 13, melainkan memakai kurikulum darurat. Anak-anak dapat bermain dan belajar tetap jalan,” terangnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Kadis Pendidikan, memasuki tahun ajaran baru Juli tahun ini, para guru diminta mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Sudah 70 an persen tenaga pendidik di Merauke mendapatkan vaksinasi. Yang tersisa guru-guru yang berada di daerah terisolir. Akan tetap kita sosialisasikan untuk divaksin,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *