Sungai di Wilayah Adat Meepago Berpontensi Menunjang PLTA

Metro Merauke – Salah satu wilayah adat di Papua, yakni Meepago dinilai memiliki potensi menunjang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA di sana.

Pernyataan itu disampaikan anggota DPR Papua melalui mekanisme pengangkatan perwakilan wilayah adat Meepago, John NR Gobai, Rabu (30/06/2021).

Ketua Kelompok Khusus DPR Papua itu mengatakan, kabupaten di wilayah adat Meepago memiliki banyak sungai yang dapat menjadi sumber energi PLTA. 

Misalnya, sungai Mapiya di kilometer 100, sungai di kilometer 171 atau ruas jalan Nabire-Ilaga, Kali Bumi, Danau Paniai dan beberapa lainnya.

“Hari ini, 30 Juni 2021, saya reses ke wilayah Meepago. Saya melakukan perjalanan darat dari Kabupaten Nabire ke Paniai. Melihat potensi beberapa sungai di sana,” kata John Gobai melalui panggilan teleponnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan pembangunan PLTA di sana, dapat dibentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor ketenagalistrikan. Ini sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014.

Katanya, BUMD dapat juga dalam bentuk perseroan daerah, agar kabupaten di wilayah Meepago bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negera (PLN).

“BUMD itu dibentuk dengan peraturan daerah serta perda penyertaan modal, agar modal yang disetor baik berupa dana dan peralatan dapat dihitung sebagai prosentase saham,” ujarnya.

Sekretaris II Dewan Adat Papua itu mengatakan, dengan begitu hasil penjualannya dapat dibagi antara PLN dengan pemkab di wilayah Meepago, dan menjadi pendapatan asli daerah.

“Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah kabupaten di Meepago perlu memikirkan pembangunan PLTA. Sebab, permukiman penduduk di sana berpencar, sehingga instalasi PLN sulit masuk ke sana,” ucapnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *