Pasca Amuk Massa, Polda Papua Kirim Dua SST Pasukan ke Yalimo

Metro Merauke – Polda Papua mengirim personil sebanyak dua satuan setingkat pleton atau SST ke Kabupaten Yalimo, Papua, Rabu (30/06/2021).

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, personil itu akan membantu pengamanan di sana pascaamuk massa.

Massa yang diduga pendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 1, Erdi Dabi-Jhon Wilil membakar sejumlah bangunan milik pemerintah di Elelim, ibu kota Yalimo, Selasa sore (29/06/2021).

Kemarahan massa diduga dipicu putusan sengketa pilkada Yalimo yang dibacakan Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Selasa siang.

Dalam putusannya, MK mendiskualifikasi Calon Bupati, Erdi Dabi yang dinilai tidak memenuhi syarat. 

Padahal pasang Erdi Dabi-Jhon Wilil memenangkan pilkada serentak pada Desember 2020 silam, dan unggul saat PSU di beberapa distrik yang digelar beberapa bulan lalu.

“Masyarakat melihat Putusan MK berlainan dengan hasil PSU. Kami dari Polda Papua, besok (Rabu, 30 Juni 2021) akan mengirim 2 SST membantu polres mengantisipasi kejadian serupa,” kata Mathius D Fakhiri, Selasa petang (29/06/2021).

Kapolda Papua menyayangkan anarkistis massa di Yalimo. Masyarakat diminta tidak lagi melakukan tindakan yang akan merugikan semua pihak, dan melanggar hukum.

Kapolda Papua juga berencana bertemu Calon Bupati, Erdi Dabi, untuk meminta yang bersangkutan menenangkan pendukungnya. 

Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, saat anarkistis terjadi jumlah aparat keamanan di Yalimo tidak sebanding dengan banyaknya massa.

Anggota Polres Yalimo hanya berjumlah 40 orang, ditambah prajurit TNI dari Koramil sebanyak 50 orang dan prajurit Pamrawan 751 sekitar 13 orang.

“Karena personil di sana kurang, sehingga prioritas utama ketika kejadian adalah mencegah jatuhnya korban jiwa,” ucapnya.

Dalam putusan Nomor 145/PHP.BUP–XIX/2021, MK juga memerintahkan KPU melanjutkan PSU, dan memberi kesempatan kepada Calon Wakil Bupati, Jhon Wilil mencari pasangan baru untuk mengikuti PSU. 

Dalam amuk massa di Yalimo, sejumlah bangunan yang dibakar di antaranya, Kantor KPU, Kantor Bawaslu, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Bank Papua dan sejumlah kios warga di sana. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *