Gelapkan Aset Daerah, Bekas Bupati Keerom Ditersangkakan

Metro Merauke – Bekas Bupati Keerom, Papua, Muhammad Markum dijadikan tersangka oleh Polres Keerom, sebab diduga menggelapkan aset daerah.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan penetapan tersangka dilakukan pada 25 Juni 2021. 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan telah ditahan di Polres Keerom sejak 28 Juni 2021.

Aset daerah yang diduga digelapkan tersangka berupa inventarisir di rumah jabatan bupati. Inventarisir itu telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Inventarisir yang dijadikan barang bukti di antaranya, sebuah truk box berwarna kuning, enam unit pendingin ruangan berbagai merk, lima set sofa berbagai merk, lima meja sofa berbagai merk.

Empat unit mic wirelese, empat sound sistem, dua stand mic, satu set peralatan karaoke, satu buffet kaca, satu meja nakas semi classic, satu set meja makan kayu, sebuah alat penanak nasi, dan satu unit mesin cuci.

“Penyidik telah memeriksa 11 orang dan satu saksi ahli dari Kemendagri. Inspektorat Kabupaten Keerom juga telah menghitung nilai susut barang inventaris,” kata Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Senin (29/06/2021).

Katanya, penyelidikan kasus ini berawal ketika Kepala Bidang Aset Kabupaten Keerom berinisial RR mendapat laporan dari Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, APR.

APR melaporkan jika semua barang invetarisir di rumah jabatan Bupati Keerom, tidak ada lagi.

Sekda Kabupaten Keerom, DPP kemudian membuat laporan ke Polres pada 30 Maret 2021.

“Satuan Reskrim Polres Keerom ditemani Kasubag Rumah Tangga, mendata barang-barang yang hilang  di rumah dinas bupati pada 1 April 2021,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua mengatakan, Kasubag Rumah Tangga yang pada hari itu mendapat informasi, bahwa inventaris rumah dinas bupati berada di rumah bekas bupati Keerom, langsung mendatangi lokasi bersama anggota polisi.

“Di sana ditemukan berbagai inventarisir itu. Tersangka dijerat Pasal 374 subsider Pasal 372 KUHP,” ucapnya.

Muhammad Markum sebelumnya merupakan Wakil Bupati Keerom, periode 2016-2020. 

Ia kemudian menjabat Bupati Keerom periode 2018-2020, setelah bupati sebelumnya, Calcius Watae meninggal dunia. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *