Covid-19 Melonjak, Aktivitas Masyarakat Dibatasi 14 Hari Kedepan

Metro Merauke – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mulai diterapkan 28 Juni hingga 11 Juli di Kabupaten Merauke, Papua. Penerapan kebijakan tersebut ditetapkan melalui surat edaran Bupati Romanus Mbaraka, nomor 440/2635.

Kepala Bagian Hukum Setda Merauke, Viktor Kaieseipo, mengatakan, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dilakukan untuk menekan penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Sebab, diketahui dalam beberapa hari terakhir covid mengalami peningkatan secara signifikan. Dimana sebanyak 10 hingga 30 orang terkonfirmasi Covid-19 perhari.

“Benar, terhitung hari ini, Senin (28/6), lewat Surat Edaran Bupati Merauke, diterapkan pembatasan aktivitas masyarakat hingga 14 hari ke depan. Setelah itu akan dilakukan evaluasi bersama,” ujarnya kepada Metro Merauke, Senin (28/6).

Pada dasarnya, penerapan pembatasan aktivitas masyarakat dilakukan, agar pelaksanaan tracing atau pelacakan dan isolasi dapat ditingkatkan. Warga diminta menerapkan protokol kesehatan dengan baik guna mencegah penularan Covid-19.

Diuraikan, dalam surat eradaran tentang percepatan penanggulangan penyebaran Covid-19 di Merauke, mengatur tentang pelaksanaan ibadah. Seperti pembatasan jumlah umat yang datang ke tempat ibadah.

Aturan lain dari pembatasan aktivitas dimaksud, juga untuk di tiap sektor kegiatan masyarakat. Semisal, aturan di perkantoran dengan batasan 50 persen yang kerja di kantor, sektor pendidikan dengan tetap melakukan pembelajaran daring, dan pusat perbelanjaaan dengan jam operasi sampai pukul 20.00 WIT.

Aturan perjalanan ke luar daerah Merauke menggunakan transportasi udara, laut dan darat telah diberlakukan.

“Kendaraan untuk pengangkutan logistik dan sembilan bahan pokok, bahan bakar minyak, logistik kesehatan dan obat-obatan, maka penumpang kendaraan memuat 2 orang (sopir dan kenek). Dan bagi pelaku perjanan yang hendak melakukan perjalanan, baik masuk maupun keluar Merauke dengan transportasi udara/laut wajib lampirkan hasil rapid test antigen/swab/PCR hasil negatif dengan masa berlaku 2×24 jam tanggal pemeriksaan,” terangnya.

Dari data pesebaran Covid-19 di Merauke, kumulatif ribuan warga telah terpapar virus corona. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita, pemerintah tidak tinggal diam melakukan upaya untuk menekan Covid-19.

Sebagai langkah antisipasi masuknya varian baru Covid-19 di daerah, pihaknya telah mengirim sejumlah sampel yang dicurigai ke Puslitbangkes-Jakarta.

“Untuk memeriksa sampel yang dicurigai tentu ada kriterianya, tidak semua sampel dikirim. Misalnya sebagai pelaku perjalanan dari luar negeri maupun penyintas kemudian terpapar kembali Covid 19,“ terangnya.

Warga terus diajak untuk bersama-sama menjaga protokol kesehatan. Mulai memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan banyak orang.

“Disiplin menjalankan prokes menjadi kunci utama untuk menekan laju penularan. Upaya yang lain sifatnya harus mendukung penerapan prokes tersebut,” tuturnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *