Digelar ‘Ala Pemilu’, Marsum Terpilih sebagai Ketua PKM Masjid At-Taqwa Seringgu

Metro Merauke – Cara unik dan berbeda dilakukan PKM Masjid At-Taqwa Seringgu, Merauke, Papua dalam pelaksanaan pemilihan Ketua PKM masa bakti lima tahun ke depan, Minggu (27/6).

Di Masjid At-Taqwa melaksanakan pemilihan dengan konsep ala pemilihan umum (Pemilu) yang diikuti oleh ratusan warga setempat.

Dalam pemilihan tersebut, panitia menyiapkan surat suara, bilik suara, alat pencoblosan hingga kotak suara. Sebelum mencoblos, ratusan warga harus mengantre untuk mendapatkan surat suara yang berisi dua foto kandidat, masing-masing Sukaji dan Marsum.

Dijelaskan Ketua Panitia, Arianyanto Anta, pemilihan Ketua PKM Masjid At-Taqwa baru pertama dilakukan dengan sistem pemilu. Hal tersebut dinilai sebagai wahana untuk memberikan edukasi berdemokrasi kepada warga maupun umat dalam pemilihan ketua.

“Justru dengan begini warga senang dapat memberikan pilihannya dengan bebas tapi rahasia untuk memilih ketua PKM setelah masa bakti pengurus sebelumnya telah selesai,” ujarnya kepada wartawan.

Penyerahan hasil pemilihan Ketua PKM Masjid At-Taqwa dari ketua panitia ke badan formatur

Diketahui, dalam pemilihan sebanyak 141 warga memberikan suaranya. Alhasil, Marsum Maulud terpilih sebagai Ketua PKM Masjid At-Taqwa Seringgu.

Ketua terpilih, Marsum berjanji akan berusaha seoptimal mungkin menjalankan amanah warga untuk memajukan Masjid At-Taqwa maupun umat. Termasuk melakukan penyelesaian pembangunan masjid hingga kegiatan sosial membantu warga kurang mampu di sekitar masjid.

“Kita berusaha menjalankan amanah warga dengan baik, lewat program-program kerja yang bertujuan memajukan masjid maupun umat. Mulai dengan menyusun kembali struktur organisasi, memilih imam dan marbot, mengatur masalah administrasi keuangan, kebersihan masjid dan kesejahteraan umat,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, kepengurusan yang baru nantinya akan konsen menyelesaikan pembangunan masjid. “Termasuk bila ada warga sekitar masjid yang meninggal, PKM akan membantu kain kafan dan perangkatnya. Kemudian menggiatkan program pendidikan anak untuk belajar membaca Al-Qur’an serta melakukan pendataan warga kurang mampu. Semuannya akan kita kerjakan bersama-sama,” tandasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *