Covid-19 Meningkat dan Desakan Lockdown, Jacobus Duwiri: Kita tidak bisa tutup total

Metro Merauke – Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah, termasuk Merauke, Papua, pemerintah bersiap-siap menerapkan karantina wilayah (lockdown) demi menekan penyebaran pendemi Covid yang kasusnya kembali melonjak.

Dikatakan Asisten III, Jacobus Duwiri, untuk di Kabupaten Merauke, kebijakan tersebut masih harus menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Papua.

Menurutnya, lockdown dimungkinkan dilakukan kembali disaat terjadi peningkatan Covid-19. Hanya saja, kata Duwiri bukan penutupan secara total. Melainkan, adanya pembatasan aktivitas sosial dalam skala mikro di zona merah.

“Lockdown bukan berarti penutupan, dan kita masih menunggu keputusan Pemprov. Nantinya, Sekda Papua akan keluarkan keputusan tersebut, dengan dasar itulah kabupaten akan melakukan yang disesuaikan dengan kondisi di daerah,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (26/6).

Diakui Duwiri, di Merauke sendiri dalam beberapa hari terakhir telah terjadi lonjakan kasus Covid-19 cukup signifikan. Dimana berbagai lapisan masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) pun ikut terpapar.

Meski begitu, pihaknya memastikan, ratusan warga yang terkonfirmasi segera mendapat penanganan medis maupun harus melakukan karantina mandiri hingga sehat.

“Sejauh ini RSUD Merauke masih mampu menangani dan menampung pasien. Ini berkat kerjasama dan tanggap dari medis maupun pihak terkait,” jelasnya.

Dari data pesebaran Covid-19 di Merauke, Sabtu (26/6), kumulatif telah mencapai 1,136 terpapar virus corona. Dimana, sebanyak 211 orang masih dirawat di RSUD Merauke dan menjalani isolasi mandiri, 864 telah sembuh dan 60 orang meninggal dunia.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita, pemerintah daerah tidak tinggal diam melakukan upaya menekan Covid-19. Sebagai langkah antisipasi masuknya varian baru Covid-19 di daerah, Dinas Kesehatan setempat bahkan telah mengirim sejumlah sampel ke Puslitbangkes-Jakarta untuk mengidentifikasi Covid-19 varian baru.

“Alat PCR yang ada di daerah hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan positif maupun negatif Covid-19, dan tidak untuk mendeteksi varian baru. Untuk memeriksa sampel yang dicurigai tentu ada kriterianya, tidak semua sampel dikirim. Misalnya sebagai pelaku perjalanan dari luar negeri maupun penyintas kemudian terpapar kembali Covid-19 dan kriteria lainnya,” terang dr Nevile Muskita.

Ia menambahkan, di Merauke pun mulai dilakukan vaksinasi Covid-19 secara massal untuk masyarakat. Warga antusias untuk menerima vaksin. Kegiatan vaksinasi massal yang digelar Polres Merauke bekerjasama Kodim 1707/Merauke dan Dinas Kesehatan untuk mensukseskan program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Warga Merauke kembali diajak untuk bersama-sama menjaga protokol kesehatan. Mulai memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan banyak orang.

“Disiplin menjalankan prokes menjadi kunci utama untuk menekan laju penularan, upaya yang lain sifatnya harus mendukung penerapan prokes tersebut,”tuturnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *