Covid-19 di Merauke Naik Lagi, Sehari Bertambah 22 Pasien Baru, 1 Meninggal Dunia

Metro Merauke – Grafik kasus Covid-19 yang pada bulan Mei hingga Awal Juni berangsur menurun, kini justru kembali merangkak naik. Terakhir, Sabtu (19/6), kasus baru Covid-19 bertambah 22 orang, menjadi 35 orang terkonfirmasi Covid harus dirawat di RSUD Merauke maupun isolasi mandiri dan 1 pasien meninggal dunia.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevile Muskita, peningkatan secara drastis kasus positif Covid-19 di Merauke menjadi kewaspadaan semua orang. Bahkan, pihaknya tengah mewaspadai masih adanya peningkatan, setelah dilakukan tracing terhadap warga yang telah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Hari ini ada tambahan 22 pasien baru dan 1 pasien meninggal. Sebelumnya tambahan dari pelaku perjalanan dan setelah dilakukan tracing, diketahui banyak yang positif,” bebernya.

Dijelaskan, dari 35 orang yang terkonfirmasi, beberapa diantaranya merupakan pasien anak-anak. “Yang dirawat di RSUD Merauke lebih dari 10 orang, lainnya melakukan isolasi mandiri,” jelasnya.

Sedangkan untuk pasien meninggal dunia, lanjut Nevile Muskita, diketahui berjenis kelamin perempuan (18). Merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Ngguti.

“Ke RSUD Merauke pada 15 Juni dengan keluhan demam dan lemas, post curetase. Kemudian dilakukan swab dan periksa TCM, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Pada 17 Juni, kondisi terus menurun dan pasien meninggal dunia, sabtu (19/6), jam 05.30 WIT,” terangnya.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Merauke, dengan adanya lonjakan Covid-19, dirasa perlu mempercepat pemberian vaksinasi untuk masyarakat.

Ia mengaku tengah menyusun strategi penempatan pos-pos sebagai tempat pelayanan vaksinasi. “Kita juga akan koordinasikan dengan TNI-Polri untuk membackup pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum supaya lebih cepat pelaksanaanya dan menghindari penumpukan,” ucapnya.

“Bagi masyarakat, cukup membawa KTP dan mendatangi tempat pelayanan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Pastikan dalam keadaan sehat pada saat menerima vaksin,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *