Terduga Pemasok Senjata ke KKB Puncak Jaya Ditangkap

Metro Merauke – Aparat keamanan menangkap seorang bernama Ratis Murib (26 tahun) di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa siang (15/06/2021).

Ia diduga bagian dari jaringan penjual senjata api dan amunisi ke Kelompok Kriminal Senjata atau KKB di wilayah Kabupaten Puncak Jaya. 

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, terduga ditangkap ketika pesawat yang ditumpanginya dari Nabire tujuan Timika, Kabupaten Mimika transit di Puncak Jaya.

“Penangkapan dilakukan setelah Satuan Intelkam Polres Puncak Jaya mendapat informasi dari Kepala Pos Polisi Bandara mulia, adanya penumpang transit yang diduga bagian dari jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKB,” kata Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/06/2021).

Menurutnya, ada berbagai barang bukti yang diamankan dari terduga saat penangkapan. Barang bukti itu di antaranya, uang tunai sebesar Rp. 370 juta, tiga telepon seluler berisi percakapan jual beli senjata dan amunisi, buku tabungan Simpeda atas nama Ratius Murib, buku tabungan BRI atas nama Ratius Murib.

Barang bukti lain, sembilan lembar bukti transfer kepada seseorang bernama Andri Wijaya (AW) sebesar Rp 63 juta 100 ribu, empat lembar bukti transfer kepada penera bernama Adrianto sebesar Rp 23 juta, dan buku catatan berisikan berbagai berita perkembangan KKB, juga percakapan pembelian senjata.

“Saat ini pelaku dalam pemeriksaan penyidik Polres Puncak Jaya. Hasil pemeriksaan awal, terduga mengakui pernah melakukan transaksi kepada sebesar Rp 63 juta kepada AW yang berada di Kota Manado,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua mengatakan, sejumlah uang yang ditransfer ke AW, untuk membeli senjata api laras panjang untuk perlengkapan KKB. Namun hingga kini AW belum memberikan senjata tersebut.

“Uang Rp 370 juta yang dibawa Ratius Murib saat ditangkap, diduga untuk membeli senjata api dari seseorang,” ucapnya. (Arjuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *