Jenazah Pendeta Korban Penembakan di Intan Jaya Diautopsi

Metro Merauke – Jenazah Pendeta Yeremias Zanambani, korban penembakan di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya diautopsi pada Sabtu (05/06/2021).

Pendeta Yeremias Zanambani ditemukan dengan sejumlah luka tusukan dan bekas tembakan di tubuhnya, di Distrik Hitadipa, Intan Jaya pertengahan September 2020 silam.

Autopsi dilakukan oleh tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin atau Unhas Makassar, Sulawesi Selatan.

Proses autopsi di Hitadipa disaksikan oleh keluarga dan sejumlah pihak. 

Para pihak yang menyaksikan proses autopsi di antaranya, Komnas HAM, Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF, Tim Laboratorium Forensik Polda Papua, dan pihak gereja.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, proses autopsi berjalan aman.

“Mulai dari proses penggalian jenazah korban hingga autopsi, semua berjalan aman,” kata Ramandey, Senin (07/06/2021).

Menurutnya, proses autopsi berlangsung aman, sebab sejak jauh hari para pihak telah berkomunikasi dengan berbagai kalangan di sana.

“Termasuk dengan pihak berseberangan. Mereka sama sekali tidak melakukan gangguan keamanan atau aksi selama proses autopsi berlangsung,” ujarnya.

Katanya, autopsi telah melalui persetujuan pihak keluarga korban. Proses ini mesti dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.

Ia menambahkan, autopsi dikawal ketat aparat keamanan TNI dan Polri. Hasil autopsi nantinya akan disampaikan oleh tim forensik dan penyidik. 

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, ada bagian dari organ tubuh korban yang dibawa tim forensik ke Makassar.

Bagian organ tubuh korban itu akan diperiksa di laboratorium forensik di sana. Sementara sampel DNA korban, dibawa tim forensik Polda Papua, untuk diperiksa. 

“Perkiraan waktunya, kurang lebih dua bulan. Nantinya hasil autopsi akan disampaikan kepada penyidik,” kata Irjen Pol Mathius D Fakhiri. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *