Ribuan Warga Puncak Mengungsi Akibat Konflik Bersenjata

Metro Merauke – Ribuan warga Kabupaten Puncak, Papua mengungsi ke berbagai daerah di sana selama sebulan terakhir, akibat konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata. 

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan pihaknya telah melihat langsung kondisi pengungsi di Puncak beberapa hari lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Komnas HAM dari Dinas Sosial Kabupaten Puncak, warga yang mengungsi sebanyak 3.019 orang.

Lokasi pengungsian terbesar berada di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak dan ibu kota Distrik Gome.

Pengungsi berasal dari 23 kampung. Ada dari kampung di Distrik Gome, Ilaga Utara, Gome Utara dan kampung di pinggiran Distrik Ilaga.

“Jumlah pengungsi ini bisa kurang dari data yang kami dapat, atau bahkan lebih. Sebab ada satu distrik yang terisolir, yakni Distrik Mabugi,” kata Frits Ramandey, Kamis (03/06/2021).

Menurutnya, warga Distrik Mabugi terisolir lantaran sulitnya akses ke sana. Selain itu, distrik tersebut merupakan perlintasan kelompok bersenjata. 

Katanya, kini aparat keamanan mengisolir kelompok bersenjata di Distrik Mabugi, sehingga warga khawatir mengungsi ke daerah di bagian atas kampung mereka. 

Fritas Ramandey mengatakan, Komnas HAM perwakilan Papua menemukan dua masalah urgen yang kini di hadapi pengungsi di Puncak. Pengungsi kesulitan air bersih dan layanan kesehatan. 

Ia mengatakan, mesti ada tambahan tenaga medis, sehingga bisa maksimal melayani pengungsi di Distrik Ilaga dan Gome.

“Kalau kondisi keamanan, sudah berangsur pulih. Aktivitas ekonomi sudah berlajan baik. Pengungsi juga bisa beraktivitas karena berada di wilayah kota,” ujarnya. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *