OPM Janji Hentikan Perang di Puncak, Penembakan Kembali Terjadi

Metro Merauke – Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang selama ini disebut aparat keamanan sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) berjanji menghentikan konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua.

Pernyataan itu disampaikan salah satu petinggi OPM di wilayah Puncak, ketika ditemui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua beberapa hari lalu.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, pihak OPM memberi jaminan tak akan menciptakan gangguan keamanan terhadap warga. 

Untuk itu, sekitar 3.019 warga beberapa kampung yang kini mengungsi ke sejumlah wilayah lain di Puncak akibat konflik bersenjata, dapat kembali ke daerah asal mereka. 

Warga dapat kembali Berkebun, beternak dan beraktivitas seperti biasa di kampungnya, seperti sebelum konflik bersenjata di Puncak memas dalam sebulan terakhir.

“Saya bertemu langsung dan mendengarkan pernyataan pimpinan TPN-OPM di wilayah Puncak. Mereka memberi garansi tidak ada lagi perang. Karena itu pengungsi silahkan kembali ke kampungnya,” kata Frits Ramandey, Kamis (03/06/2021).

Menurut Frits, pihak OPM di wilayah Puncak mengaku tidak mau lagi ada perang antara mereka dengan aparat keamanan di sana. 

Pihak OPM menyatakan jika nantinya ada perang atau kontak senjata dengan aparat keaman, itu bukan mereka yang melakukannya.

Namun Frits Ramandey menyatakan tidak dapat menyebut siapa salah satu pimpinan OPM di wilayah Puncak yang bertemu pihaknya beberapa hari lalu. Sebab Komnas HAM mesti menjaga sikap imparsial. 

“Siapa yang saya temui itu off the record karena di sana ada beberapa faksi. Yang jelas, dia orang yang punya pengaruh besar dalam kelompok TPN-OPM. Mereka tidak ingin melanjutkan kekerasan yang terjadi selama ini di Puncak,” ucapnya.

Frits Ramandey mengatakan, pimpinan OPM yang ditemuinya ketika itu, juga meminta Komnas HAM perwakilan Papua membantu menangani pengungsi, agar dapat dipulangkan ke kampungnya.

“Terlepas dari masalah ideologi, Komnas HAM yang menjaga imparsialitas dan prinsip prinsip kemanusiaan, kami berkomunikasi dengan pemda. Menyampaikan gagasan ini,” katanya.  

Penembakan Kembali Terjadi di Puncak

Meski pihak OPM menyatakan tidak akan lagi melakukan kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak, namun penembakan kembali terjadi pada Kamis (03/06/2021).

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Nemangkawi, Iqbal Alqudusy mengatakan korban adalah warga sipil bernama Habel Helenti. Ia merupakan seorang tukang bangunan. 

“Iya benar, ada penembakan. Penembakan terjadi di Eronggobak, Distrik Omukia,” kata Iqbal.

Akan tetapi aparat keamanan belum dapat memastikan siapa pelaku penembakan. Kini Satgas Operasi Nemangkawi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku tidak dikenal itu.

Katanya, selain terjadi penembakan pihaknya juga mendapat laporan adanya kontak tembak pada hari yang sama.

Baku tembak terjadi di sekitar kawasan bandara di Distrik Ilaga sekitar jam 18.00 WIT.

Menurutnya, kontak tembak melibatkan prajurit Paskhas Raider 500 dengan pihak yang diduga kelompok kriminal bersenjata. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *