PB PON Tunggu Perampungan Struktur Sub PB PON Klaster Merauke

Metro Merauke – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional atau PB PON ke-20 Papua menunggu perampungan struktur Sub PB PON di Klaster Merauke.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda mengatakan, pihaknya telah merampungkan proses admistrasi serta regulasi pelimpahan anggaran dan kewenangan, untuk tiga wilayah. 

PB PON juga telah mendapat gambaran kebutuhan anggaran Sub PB PON Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Mimika. Penyaluran anggaran ke tiga daerah ini direncanakan dalam waktu dekat.

“Hari ini, semua klaster sudah rampung, tinggal Merauke. Kami masih tunggu karena ganti struktur keseluruhan, sehingga mesti kami padukan,” kata Yunus Wonda akhir pekan kemarin.

Namun menurutnya, perubahan struktur di Sub PB PON Merauke tidak masalah. Sebab di klaster itu hanya beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan saat pelaksanaan PON ke-20 awal Oktober 2021 hingga pertengahan Oktober 2021.

“Di sana (Merauke) juga kan tidak terlalu banyak cabor yang dipertandingkan. Sama seperti Mimika. Pertandingan cabor yang banyak itu, di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Mungkin pekan depan tim kami berangkat ke Merauke kejar [perampungan perubahan struktur] ini,” ucapnya.

Wakil Ketua DPR Papua itu menegaskan, selama ini pihaknya belum menyerahkan anggaran ke Sub PB PON, karena ada berbagai administrasi dan regulasi yang mesti disiapkan. 

Dana hibah dari Pemprov Papua yang disahkan pada November 2019, baru masuk ke kas PB PON senilai Rp 1,5 triliun pada Oktober 2020. 

“Kami butuh waktu menyiapkan semua administrasi dan regulasi, sebelum kami serahkan anggaran ke Sub PB PON. Kami mesti luruskan ini agar publik tidak terjadi salah persepsi,” katanya.

Menurutnya, ada mekanisme yang mesti dilalui sebelum PB PON menyerahkan anggaran ke Sub PB PON, agar tidak berdampak pada masalah hukum nantinya.

Katanya, tidak ada niat PB PON menahan anggaran karena dana hibah dari pemprov bertujuan mensukseskan pelaksanaan PON di provinsi tertimur Indonesia.

“Kami tahu, yang berperan mensukseskan PON adalah teman teman di daerah. Miss komunikasi itu selalu ada tapi jangan menghambat pelaksanaan PON,” ujarnya.

Wonda mengaku dapat memahami kegelisahan Sub PB PON, karena waktu pelaksanaan event olahraga nasional itu semakin dekat.

“Kami sendiri di PB PON was was, karena anggaran APBN belum ada sama sekali. Situasi ini juga dialami teman teman di Sub PB PON,” kata Yunus Wonda. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *