Masyarakat Minta PAW Anggota DPRD Boven Digoel Segera Dilantik

Metro Merauke – Satu dari 20 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boven Digoel, Papua sudah berbulan-bulan lowong, sejak Isak Bangri dari Fraksi PDI-Perjuangan mengundurkan diri dari Anggota DPRD Boven Digoel untuk mengikuti kontestasi Pilkada setempat.
Namun, hingga kini kekosongan itu belum ada titik terang, kapan dilakukan penetapan penggatian antar waktu (PAW). Lamanya proses PAW, sampai saat ini masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Boven Digoel.

Komunitas Masyarakat Boven Digoel Cinta Demokrasi, Steven Robert Belarminus mengatakan, desakan agar kekosongan kursi di DPRD segera terisi, bukan bermaksud untuk mencampuri urusan partai politik. Melainkan, katanya, kursi DPRD adalah keterwakilan dari hasil pilihan masyarakat.

Sehingga dinilai wajar, kata Steven, bila masyarakat mempertanyakan kapan pelatikan PAW DPRD Boven Digoel dapat dilakukan.

“Menurut kami ada tanggapan dari oknum, tidak boleh kita berbicara karena ini urusan rumah tangga partai politik, tapi bagi kami hal itu justru diskriminasi hak masyarakat. Dalam pemilihan Legislatif, parpol tidak memilih, tapi yang pilih adalah masyarakat. Jadi, kursi DPRD ini kursi rakyat, maka kita berhak bertanya kapan pelantikan PAW bisa terjadi,” ucapnya kepada wartawan di Merauke, Rabu (26/5).

Dikatakannya, pengisian kekosongan kursi DPRD perlu segera terjawab. Mengingat, lanjutnya, dengan terjadinya kekosongan sekian waktu, menyebabkan kurang optimalnya pelayanan masyarakat, terlebih di daerah pemilihan (dapil) anggota DPRD dimaksud.

“Kita berharap setelah ini ada tanggapan dari pihak terkait, baik itu KPU, parpol maupun dari DPRD Boven Digoel. Proses ini (PAW) sudah sejauh mana, dan kita minta dalam waktu dekat dapat dilakukan pelantikan,” tegasnya.

Hal senada juga dilontarkan dari Ketua Forum Intelektual Masyarakat Nusantara Boven Digoel, Yulianus Muarsarsar. Dia menyampaikan rasa ketidak puasan atas belum adanya pengisian satu kursi di DPRD yang hingga kini masih kosong.

“Sebagai intelektual saya bertanya, kepada pihak-pihak terkait kapan kepastian pelantikan. Sekali lagi kita tegaskan, kami bukan mau mencampuri urusan partai, tapi kami tahu bersama, suara rakyatlah yang telah memilih caleg untuk duduk di DPRD. Yang paling penting, kita minta segera dilantik PAW yang ditunjuk,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sudah ada figur yang semestinya menggantikan kekosongan itu, yakni Anton B, nomor urut ke dua suara terbanyak di PDI-P setelah Isak Bangri. Karenanya, masyarakat berharap adanya perhatian untuk dapat segera memproses PAW sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *