Bulog Hentikan Pembelian Beras, Ini Alasannya

Metro Merauke – Terhitung mulai 19 Mei 2021, Bulog Merauke tidak lagi membeli beras petani. Alasannya, untuk skala nasional, stok yang dikuasai Bulog sudah mencapai 1,4 juta ton beras.

“Jadi Bulog Pusat mengambil kebijakan nasional untuk sementara menghentikan pembelian beras. Tapi, Bulog beli dalam bentuk gabah,” ucap Kepala Bulog Cabang Merauke, Inung Tri Afandi kepada wartawan, Jumat (21/5).

Lebih jauh Inung Tri Afandi menjelaskan, kebijakan pemerintah menghentikan pembelian beras berlaku menyeluruh, tidak lain untuk menghindari kerusakan beras yang masih berada di gudang penyimpanan.  

“Beras stok lama dari tahun 2018. 2019 masih ada yang tersimpan. Ini berpotensi kerugian perusahaan. Kita harapkan ada peyaluran dan perputaran, kalau hanya suruh dimasukan, beras akan rusak,” bebernya.

Mengacu pada ketentuan tersebut, kata Inung, pihaknya memastikan sementara waktu hanya membeli gabah petani. Itu pun kualitasnya sudah ditetapkan pemerintah dengan harga Rp 5.300/kg.

“Sepanjang 2021, Bulog Merauke telah menyerap beras petani sebanyak 3.900 ton lebih. Namun, sejak 19 Mei keluar kebijakan pusat, pembelian beras dihentikan dan beralih pembelian gabah,” terangnya.

Ia memahami kebijakan dengan tak lagi membeli beras akan mendapat respon beragam dikalangan petani. Pihaknya berharap pemerintah pusat memberikan kebijakan khusus untuk di wilayah Papua. “Kita akan komunikasikan ke pemerintah, harapannya ada kebijakan untuk Papua,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *