Pemerintah Disarankan Evaluasi Kinerja Pimpinan PT Telkom Papua

Metro Merauke – Pemerintah disarankan mengevaluasi kinerja pimpinan PT Telkom wilayah Papua.

Saran itu disampaikan anggota DPR Papua, Emus Gwijangge berkaitan dengan gangguan akses internet di wilayah Jayapura sejak 30 April 2021 hingga kini.

Ia berpendapat, Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN perlu mengevaluasi kinerja pimpinan PT Telkom wilayah Papua, yang dinilai tidak mampu mengatasi ganguan akses internet secepatnya.

Situasi ini dipandang merugikan konsumen. Sebagai perusahaan BUMN, PT Telkom dianggap gagal  memenuhi hak warga di wilayah Jayapura.

“Mereka yang bekerja bergantung pada akses internet dirugikan. Tidak hanya di lingkungan pemerintah, dan perusahaan swasta. Juga masyarakat yang mencari nafkah memanfaatkan akses internet. Misalnya berjualan online dan sebagainya,” kata Emus Gwijangge, Rabu (19/05/2021).

Menurutnya, PT Telkom wilayah Papua menyatakan gangguan akses internet di wilayah Jayapura kini, disebabkan putusnya kabel fiber optik (FO) di antara perairan Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Biak Numfor. 

Katanya, PT Telkom mestinya telah menyiapkan antisipasi, agar konsumen tidak dirugikan. Sebab kejadian serupa telah beberapakali terjadi di sejumlah daerah di Papua.

“Makanya, saya pikir kinerja pimpinan PT Telkom wilayah Papua perlu dievaluasi. Saya bicara seperti ini karena banyak masyarakat yang mengeluh. Mereka merasa dirugikan,” ucap Emus.

Perhimpunan Advokat Indonesia atau Peradi juga mengkritik gangguan akses internet di Jayapura selama beberapa pekan terakhir. 

Peradi Jayapura berencana melakukan class action atau gugatan ke pengadilan terhadap PT Telkom. Peradi juga merasa dirugikan, lantaran menggunakan sistem daring untuk mendaftarkan perkara.

Ketua Peradi Jayapura, Anthon Raharusun mengatakan tidak ada langkah kongkrit yang dilakukan PT Telkom mengatasi gangguan akses internet, yang sering terjadi di Papua.

“Mewakili kepentingan publik, Peradi akan mengajukan gugatan ke pengadilan,” kata Anthon Raharusun awal pekan ini.

Kata Anthon Raharusun, pihaknya juga berencana menyurati Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN, mengenai putusnya akses internet di Jayapura.

“Kami mengimbau warga yang merasa dirugikan mendaftarkan [kerugiannya] ke Peradi, untuk melakukan gugatan,” ucapnya.

General Manager PT Telkom, Sugeng Widodo mengatakan sejak putusnya kabel FO, pihaknya terus berupaya mengatasi masalah itu. Upaya itu misalnya memulihkan layanan pesan singkat dan telepon.

PT Telkom juga terus berupaya meningkatkan kapasitas akses internet. Kini ada beberapa titik di Kota Jayapura yang dapat mengakses jaringan 4G. 

“Putusnya kabel FO yang menyebabkan gangguan akses internet di Jayapura dan sekitarnya adalah force major,” kata Sugeng.

Namun katanya, PT Telkom berupaya melakukan perbaikan dengan perkiraan rampung pada awal Juni 2021. (Arjuna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *